Thursday, September 13, 2007

Bagaimana Tidak Fokus ke UANG kalau untuk hidup saja susah? (5)

Saya hanya ingin sedikit berbagi cerita saja karena bu elly dan mas momo dah
banyak memberikan jawaban berkaitan dengan email Bapak. Walaupun sebenarnya saya
ingin berbagi cerita ini kepada rekan rekan dimilis ini NANTI ketika semua "tantangan
jangka pendek" saya sudah terpenuhi, tapi tidak mengapalah setelah saya pikir2 toh asyik juga
kalau saya tulis sekarang.

Kilas balik kebelakang saya dan istri serta rekan2 sekantor (kita ber-4) adalah peserta
SC 8 di Salatiga, mungkin kami termasuk peserta yang jauh karena kita berasal dari Banjarmasin.
Sebelum seminar dimulai, kami peserta seminar diminta mengisi semacam kuisioner, termasuk
didalamnya target keuangan yang dinginkan, saya menuliskan target keuangan pendek dan jangka
menengah, jangka panjang belum saya isi karena saya tidak mendapatkan feel yang pas
sehingga tidak saya teruskan dulu (Jadi PR saya).

Target jangka pendek saya dalam hal keuangan adalah "PUNYA TABUNGAN 100 JUTA PALING
LAMBAT AKHIR TAHUN 2007 DAN HUTANG2 SAYA LUNAS SEMUANYA", trus saya kasih
catatan kecil "kalau tercapai, kita ingin jalan2 ke-bali akhir tahun he he he" istri saya bilang
"enaknya jalan2 ke bromo tuh" trus kita ketawa2 geli saja.. soalnya memang kenyataannya saat
itu kita punya tabungan setengahnya saja nggak ada. Kalau dijumlahkan dengan hutangnya saya
wah mungkin sudah pas 100 jt kali. hahaha

Target itu saya perlihatkan dengan rekan saya (sambil senyum lebar nggak percaya diri),
biar dia juga liat nggak apa2 toh saya pikir sharing sesuatu yang kita belum punya,
teman saya yang meralat target saya sehingga bunyinya menjadi :

PUNYA TABUNGAN MINIMAL 100 JUTA ATAU LEBIH
PALING LAMBAT AKHIR TAHUN 2007 DAN HUTANG2 SAYA LUNAS SEMUANYA

Kedengarannya jauh lebih baik. Dan jadilah itu target keuangan jangka pendek saya.
Selama SC, saya dan beberapa rekan yang lain (semeja) mungkin termasuk dalam kelompok
yang susah untuk tersugesti (Tipe A), walaupun dalam penilaian yang diberikan oleh Pak Aries saya
justru masuk Tipe B (bisa disugesti tanpa alasan), sehingga kebanyakan saya hanya "blank" saja
dalam beberapa sesi terapi (biasanya kita selalu bandingkan kiri kanan rekan2 semeja), "gimana tadi
rasanya pak ?" - teman yang dari jawa jawabnya "nggak ono opo2", waduh untung ngerti dikit
"ketemu mental bloknya pak ?"
"gelap eui" he he he

Namun dalam SC saya diajarkan bahwa banyak hal sederhana seperti bagaimana perasaan
bahagia dan syukur sebenarnya HARUSNYA mudah dan milik kita semua apabila kita bisa merubah
cara dan sudut pandang kita terhadap sesuatu (baca : keyakinan kita). Dalam NLP kita menyebutnya
reframing (membingkai kembali). Seandainya saya bisa menggambarkan bahwa saat itu perasaan
bersyukur dan bahagianya saya sangat dalam sekali karena mendapat pencerahan makna bahagia
dan syukur yang kadang2 kita sendiri yang mempersulitnya hadir dalam kehidupan kita.

Apalagi saya memang memiliki latar belakang kehidupan yang tidak mudah,
sejak usia +/- 15 tahun saya sudah yatim dan miskin kasih sayang dari keluarga namun keadaan
memaksa harus mandiri sepenuhnya;

Setelah dari SC Salatiga, kami kembali ke Jogjakarta malam itu juga, kita menginap semalam disana
sebelum saya dan rekan2 kembali ke banjarmasin transit melalui surabaya, istri akan pulang ke Jakarta
karena ingin kangen2an dengan orang tuanya; Malam di Jogjakarta sebelum pulang, saya jalan2 dengan
istri, ngobrol soal soal target jangka pendek yang saya ceritakan sebelumnya. "Kayaknya enak ya
kalau kita tahun ini dah punya tabungan begitu","Menghayal kaleeee.... Aminnn" ujar istri saya,
yang jelas kita banyak perasaan gelinya, ketawa2 kayak orang miring dikit, saya nggak tau apakah
geli juga merupakan golongan perasaan yang enak ? he he

Kembali ke Banjarmasin, mulailah "kebetulan" yang banyak terjadi, dalam seminggu itu banyak
sekali "kebetulan" yang terjadi, Teman yang pinjam uang dari dan saya anggap dah hilang/gak mungkin bayar
tiba tiba menghubungi dan membayar lunas hutangnya plus saya dipaksa menerima tambahan dari dia,
dia bilang imbalan terima kasih, Kemudian ada teman ngasih kerjaan order komputer, dapat uang lagi,
"kebetulan" ada teman minta buatkan program komputer (tailor software) eh dapat uang lagi,
dapat sedikit tambahan dari kantor - uang lagi, relasi tiba2 aja minta nomor rekening, dapat
uang lagi. Sumber2 yang diluar dugaan justru banyak memberikan permasukan. Saya sendiri mulai dari
perasaan geli tidak percaya, sampai jadi terheran heran sendiri.

Seminggu kemudian istri saya pulang dari Jakarta, katanya juga mau nabung, keuangan kami memang dipegang
istri, dia terheran heran melihat saldo buku tabungan kami ketika di print, saldo saat itu hanya kurang dari
2 juta lagi dah tercapai 100 jt. Saya sendiri heran, kalau Target Jangka Pendek saya bisa tercapai secepat itu.
Bahkan Tahun 2007 masih ada 5 bulan lagi, saya menghitung secara rasional mungkin bisa, namun hasilnya
justru tidak logis seperti halnya "kebetulan kebetulan" yang saya alami.

Apakah focus saya uang? saya tidak mengatakan TIDAK, tapi ada aspek terpenting yang saya dahulukan
dari focus seperti Uang, Kesejahteraan, Kelimpahan, Kesehatan dll... yaitu saya sekarang bisa ber-SYUKUR dulu.

Maksudnya saya tidak focus ketujuan KEMUDIAN baru merasa enak dan nyaman. Tapi saya merasa enak
dan nyaman dulu karena bersyukur dan bahagia, uang hanyalah apa yang ada dibalik target; walaupun sepintas
saya memang focus ke Uang/niat mendapatkan uang, tapi sebenarnya saya lebih banyak memikirkan
kesenangan apabila benar2 akhir tahun nanti saya bisa mandi dipantai kuta bali ha ha ha...

dan cara yang paling mudah untuk merasa enak dan nyaman, saya bersyukur dan berbahagia.

Sebagai seorang muslim, saya diajarkan untuk selalu bersyukur, dan sesuai Firman Allah, "Apabila Kamu Bersyukur,
Niscaya akan Aku Tambahkan Nikmat Padamu", namun terkadang kita tidak bisa bersyukur dengan Tulus dan
Jujur, karena kita lebih menomorsatukan Keinginan, sehingga energi kita justru habis oleh hasrat keinginan (Desire)
dan kita diperbudak oleh keinginan itu. (Bisa dilihat di level energi pada buku BaMM).

Semoga sedikit cerita saya bisa berguna bagi kita semua.-

Halo Halo.. Hai Hai... Bagaimana Rasanya ... "UENAKKK TENANNN"

Salam
Henry

Bagaimana Tidak Fokus ke UANG kalau untuk hidup saja susah? (4)

KUDENGAR.... namaku disebut-sebut. ...(nyanyi dengan nada yang sama kayak lagu "Namaku Disebut")

Oke, thanks banget buat Ceceku, Bu Ely Susanti yang baik hati dan selalu siap menjawab pertanyaan semua orang (padahal lagi sibuk dan pusing soal urusan jadwal kan hehehe...)

Sekarang saya akan menjawab berdasarkan persepsi saya.

Uang BUKAN segalanya TAPI (hampir) segalanya BUTUH uang.

Pernyataan ini pertama kali saya dengar dari Agnes Mokawin (saudara kembarnya Agnes Monikah). Apakah pernyataan ini benar? Bisa YA bisa TIDAK, tergantung dari persepsi masing-masing. Masalahnya, saya believe pada pernyataan yang satu ini.

Apakah saya FOKUS pada uang? Hmmm....coba baca ulang deh afirmasi saya: Semakin hari saya semakin berkelimpahan, uang berlomba-lomba memasuki kantong saya dari berbagai sumber dengan cepat, mudah dan dahsyat!!!

Kalau disimak baik-baik, saya malah sama sekali ga fokus sama uang. Lah iya dong, wong saya maunya uang yang lomba-lombaan masuk ke kantong saya, saya maunya dengan cepat, mudah dan dahsyat lagi. Artinya: saya ini maunya hidup tuh asik, bisa punya banyak waktu untuk baca buku, bisa punya banyak waktu untuk tidur, bisa punya banyak waktu ketemu teman-teman, pelayanan. Kalo diperhatikan penjelasan saya, tanpa sadar saya banyak mengetik kata yang satu ini: WAKTU. Kenapa saya mau uang BANYAK menghampiri saya? Karena berdasarkan persepsi saya, dengan punya banyak uang secara cepat, mudah dan dahsyat dengan hanya perlu sediakan waktu yang optimal saja untuk menjaring uang ini (bahasa Arabnya: KERJA). Sisa waktu saya yang banyak itu bisa untuk belajar, bermain, terapi (baik diri sendiri mau pun orang lain) dan untuk menikmati hidup ini, melakukan hal yang saya sukai. Dan afirmasi saya bukan TUJUAN hidup saya, tetapi fokus KEINGINAN saya SAAT ini.

Sudah paham toh? Tujuan hidup saya sama sekali berbeda dengan afirmasi atau fokus saya. Tetapi, benar sekali kata Ce Ely, saya sangat menikmati proses mencapai tujuan hidup ini. Tujuan hidup adalah perjalanan seumur hidup dan merupakan pengabdian sampai saya kembali ke pelukan semesta (bahasa gaulnya: KOIT alias is dead). Untuk itu saya menarik garis ke masa sekarang dan buat target kecil-kecilan sampe paling dekat 31 Desember 2007 ini. Apa target saya? FINANCIAL FREEDOM. Jadi, dengan cara apa saya bisa mencapai target saya? Kudu banyak duit dong ^O^ Makanya afirmasi saya jadi begitu.

Uang penting? PENTING BANGET! Fokus pada uang boleh? BOLEH banget!! Terikat pada uang boleh? Sangat TIDAK boleh banget!!!

Uang bagi saya cuma sebuah TOOLS/sarana mencapai tujuan hidup saya dengan lebih mudah dan cepat. Kalau ga butuh uang, ga usah punya juga ga papa. Karena saat ini masih butuh banget, oh, mau dong dapet banyak dengan cepat dan mudah ;-)


MOMO ^^
Semakin hari saya semakin berkelimpahan, uang berlomba-lomba memasuki kantong saya dari berbagai sumber dengan cepat, mudah dan dahsyat!!!

Bagaimana Tidak Fokus ke UANG kalau untuk hidup saja susah? (3)

Hallo Purnomo..

Good Question..:)

Purnomo udah ikutan SC??



kalau udah ikut pasti tahu doong jawabnya kenapa milist ini namanya money magnet.

Dan apa yang diajarkan bukan soal teknis bagaimana menghasilkan uang.

Tetapi lebih pada pengembangan diri, spiritual dan clear dari mental blok yang ujung2 nya uang akan mudah didapatkan.

Dan dalam proses itu pun salah satu jalannya adalah bersyukur.

Soal target dan tujuan mau uang berapa tetap penting.Yang saya maksud dalam proses...fokusnya jangan ke uang melulu.

Salah satu kondisinya misal.

Saya target hari ini dapat 1 juta

sampai hari berakhir...dapat cuman 500rb..

Kalau fokusnya keuang saja...bisa bisa yang terjadi keluhan,kekecewaan, rasa kesal,dll

Kalau mau lebih terbukan..bisa dilihat dari memang uang dapat 500rb, tetapi hari ini saya belajar bagaimana rasa ditolak dan mengatasi kemarahan, bagaimana saya belajar bersyukur masih bisa dapat 500rb di banding pengemis di jalan yang untuk makan saja susah.

Usaha..tetep usaha yang terbaik...hasil. .apapun kita syukurin..

itu maksud saya



Soal afirmasi Momo..

Karena kondisi saat ini dia memang lagi prioritasnya uang,,maka dia buat afirmasi itu.

Tetapi di dalam prkateknya saya tahu..dia menikamti semua proses..bersyukur atas semua yang terjadi.

Jadi maksud saya fokus ke uang itu adalah fokus ke hasil yang selalu dinilai dengan uang.

Dan itu adalah hak setiap pribadi :)



Dan akan sangat jelas nanti setelah Bapak ikutan Super Camp..Bapak akan mengerti apa yang saya maksud :)



Membuat kondisi keuangan yang ideal itu juga benar..

Tujuannya adalah untuk mengetahui sebenarnya apa yang kita inginkan..apa impian kita, apa tujuan hidup kita.



Soal isi dengan kondisi keuangan ideal yang nyaman di hati....setelah tahu tujuannya ..untuk bisa mendapatkannya dengan 'mudah' memang harus nyaman di'hati' yang berarti bebas dari mental blok.



adalah sah sah saja orang mau uang berapa saja.

Dan itu adalah pilihan dan hak setiap pribadi...bukankah memang sifat manusia tidak pernah puas?

Tulisan saya sebelumnya saya tujukan sebagai penyeimbang agar kita mengingat tidak semuanya bisa di nilai dengan uang.



Setuju! milist ini memang bertujuan untuk kita sharing menjadi magnet uang.

Tetapi bukan menjadikan kita mengukur segala galanya dengan uang.

Uang akan datang saat kita punya impian

Uang akan datang saat kita bisa bebas dari mental blok

Uang akan datang saat kita pasrah

Uang akan datang saat kita Bersyukur

Dan di dukung oleh Doa..



Dan itulah tujuan milist ini...

Sharing tentang impian

kita saling mendukung dan belajar untuk bisa bebas dari mental blok

Kita saling sharing untuk bisa pasrah

kita saling mengingatkan untuk selalu bersyukur

Dan kita saling men-doa kan untuk sama2 sukses..:)



Saya yakin saat kita semua bisa menjalankan lima langkah diatas dengan benar...

Bapak akan mengerti apa yang saya maksudkan :)



Apakah kalau tujuan kita gabung milist ini untuk mendapatkan uang 100 juta dalam 5 bulan..

trus setelah 5 bulan belum dapat kita akan menyesali sudah buang2 waktu dengan milist ini tapi kok 5 bulan ngga dapat tuh 100 jutanya??

apakah pengembangan diri yang terjadi, spiritualitas yang meningkat,teman2 yang bertambah, sahabat dan sharing serta pencerahan, informasi yang mendukung... . itu semua akan selalu menghasilkan uang dan harus di hitung hitung dengan uang?

Itulah maksud saya dengan fokus ke uang..tidak semua bisa di hitung2 dengan uang.

Semoga dengan demikian semua bisa jadi magnet uang. :) dengan menikmati setiap prosesnya





Bagi saya..mungkin setelah ikut SC..tidak ada booming keuangan yang dahsyat seperti beberapa teman di sini..tetapi apa yang saya rasakan..bagaimana saya tahu spiritualitas saya bisa lebih baik...bagaimana saya bisa me manage emosi dengan baik dan bagaimana efek perubahan yang terjadi pada saya membawa dampak yang luar biasa dalam hubungan pernikahan saya dan keluarga..itu tidak dapat di nilai oleh uang...kalau saya fokus pada uangnya..mungkin saya akn kecewa dengan ikut SC..karena secara nominal 'cash' tidak ada yang luar biasa..tetapi apa yang saya dapat lebih dari 10 M atau bahkan saya mau membayar kebahagiaan ini dengan harga berapa pun :)





Semoga berguna..

salam,

Ely

Bagaimana Tidak Fokus ke UANG kalau untuk hidup saja susah? (2)

Ibu Ely,
Salah nggak kalau kita tetap fokus ke uang, seperti nama milis ini "Money Magnet"
Seperti yang diajarkan di buku Becoming Money Magnetnya Pak Adi, Law off Attractionnya
Michael J. Losier dan afirmasinya Mas Momo "Semakin hari saya semakin berkelimpahan, uang berlomba-lomba memasuki kantong saya dari berbagai sumber dengan cepat, mudah dan dahsyat!!!

Trus di buku BMM dan Law off Attraction dituliskan juga bagaimana fokus ke uang dengan cara
membuat "pernyataan hasrat" atau outcome statement mengenai " KONDISI KEUANGAN IDEAL" yang isinya dimulai dengan :

- Membuat lis kondisi keuangan yang yang tidak diinginkan
- Membuat lis kontras yaitu kondisi keuangan yang diinginkan
- Membuat pernyataan hasrat atau outcome statement

Dan isi pernyataan hasrat selalu dimulai dengan kalimat yang menimbulkan "hati merasa enak"
dengan kondisi keuangan yang ideal , dan ini adalah jelas fokus ke uang dengan hati yang enak, perasaan yang enak (feel good)

Kalau di postingan Ibu Ely uang bukan prioritas utama, bagaimana pendapat Ibu Ely tentang
- Konsistensi milis ini adalah money magnet (bagaimana kita menjadi money magnet)
- Ajaran Pak Adi di buku "Becoming Money Magnet" dan isi di buku Machael J Losier ttg kondisi keuangan yang ideal.

Demikianlah, mohon tanggapan Ibu Ely dan teman - teman semua.
Terima kasih

Purnomo

Bagaimana Tidak Fokus ke UANG kalau untuk hidup saja susah? (1)

Beberapa kali saya mendapat pertanyaan di atas dari peserta Super Camp.
Setelah mereka mendapatkan jawaban dari pertanyaan sebelumnya.

Pertanyaan sebelumnya 'apa yang bu Ely dapatkan setelah ikut SC?' dan biasanya di tanyakan pada hari pertama :)
Saya selalu menjawab..kalau mau tanya soal keuangan, jujur tidak ada peningkatan yang luar biasa..meningkat dengan pasti dan kosisten.. iya! dan setiap kesempatan selalu datang dengan mudah.
Karena saat dibuat Prioritas, memang Uang bukan prioritas pertama..walau semua butuh uang.
Yang paling saya sukai adalah peningkatan spiritual saya dan saya tahu bagaimana saya menjalani hidup.Dan saya bisa bahagia kapan saja.

Rupanya jawaban saya uang bukan prioritas utama jadi pertanyaan berikutnya.
Iya kalau bu Ely, kalau kita-kita yang memang secara financial cukup untuk hidup. Nah untuk orang2 yang untuk hidup aja susah bagaimana mereka tidak akan fokus ke uang? bagaimana mereka bisa mengerti kebahagiaan?
BISA! jawab saya..nanti akan di tunjukkan oleh Pak Adi film yang bagus. (maksuh saya film tukang becak itu)

Maksudnya tidak fokus ke uang adalah bukan berarti kita tidak mencari uang, bukan berarti kita tidak berusaha mendapatkan uang, dan bukan berarti kita sok suci tidak membutuhkan uang.

Tetapi kita minikmati setiap proses dalam mendapatkan uang tersebut. Kita mensyukuri apa yang kita punya dan apa yang bisa kita lakukan.Kita berterimakasih atas setiap kesempatan bahwa kita masih bisa berusaha.

Dan...yang perlu diingat..masih ada hal2 yang sebenarnya kita perjuangakan atas nama uang.
Untuk yang berkeluarga pasti mencari uang demi keluarganya
Untuk yang belum mencari uang untuk diri sendiri agar hidup enak dan nyaman dan bisa melakukan hobby.

Kalau susah payah mengejar uang..saat sudah kaya raya..keluarga jadi berantakan karena waktu proses mengejar uang, keluarga tidak mendapatkan waktu sama sekali..so.. akhirnya uangnya buat siapa?apakah tujuan tercapai?

Kalau untuk dirisendiri. .susah payah akhirnya dapat juga uangnya, jadi kaya raya..saat itu kesehatan sudah hancur karena terlalu di forsir,tidak pernah olahraga dan pola makan yang tidak sehat. Akhirnya apakah tujuan tercapai?

So..nikmati setiap proses hidup.
Jaga pikiran dan hati untuk selalu tenang dan bersyukur.
Kalau masih susah mau bersyukur... tulis di milis ini kenapa kok tidak bisa bersyukur (hehehehe akan banyak yang memberitahu apa yang bisa di syukurin) Termasuk email dari Henry Mansyah dan ingat2 film yang di putar pas SC ttg tukang becak yang begitu iklas menerima hidupnya dan menikmati setiap proses hidup dan peranannya dalam hidup ini.

Selamat beraktivitas! !
Semoga berguna..

Salam penuh syukur.
Ely

Monday, September 10, 2007

IMPIAN DAN FOKUS (BAHASA MELAYU MALAYSIA)

Mengapa kita perlu menetapkan impian dan perlu fokus pada impian tersebut?. Ini adalah kerana impian berkait rapat dengan frekuensi dan vibrasi fikiran.

Sebenarnya jika kita menetapkan target atau impian dalam kehidupan, fikiran kita akan ditetapkan pada frekuensi dan vibrasi yang spesifik dan selari dengan impian tersebut. Seterusnya getaran itu akan dipancarkan keseluruh alam seperti gelombang radio.

Kebanyakkan orang gagal mendapatkan impian mereka kerana tidak fokus. Jadi apabila impian tidak ditetapkan pada frekuensi yang tertentu , atau tidak fokus dan sentiasa menukar impian, ianya umpama kita sentiasa menukar frekuensi gelombang radio.

Bayangkan anda sedang memicit butang untuk menukar frekuensi siaran yang anda inginkan, bertukar dan terus bertukar, anda tidak menjumpai frekuensi yang anda inginkan, bukan disebabkan oleh frekuensi yang tidak ada. Tetapi sebab kita tidak tetap pada satu frekuensi sahaja.

Begitu juga dengan minda kita, sekiranya kita tidak fokus pada impian tersebut, ianya bukan bermakna anda telah gagal. Tetapi disebabkan oleh minda belum sempat bekerja untuk anda, tetapi anda telah menukarkan fokus anda ke arah lain. Seterusnya frekuensi gelombang pun berubah. So salah siapa? Sekiranya tidak mencapai impian?

Alhamdulillah, Ramai diantara pembaca memberikan komen dan pendapat tentang rahsia disebalik fokus. sebenarnya, Semua jawapan anda betul, Tetapi saya sebenarnya menginginkan fakta yang benar-benar membuatkan orang yakin untuk fokus dalam memperolehi apa yang diinginkan.

Saya yakin, sekiranya anda tahu bagaimana fakta sebenar , mengapa kita perlu fokus, InsyaALLAH hati anda tetap untuk fokus dalam sesuatu perkara. Mengapa kita perlu fokus dalam impian kita. Sebenarnya minda kita hanya mampu menerima atau berfikir satu perkara sahaja dalam satu masa. Sekiranya anda fokus tentang ikan, adakah akan keluar gambaran sotong, ayam atau itik? Sudah pasti hanya keluar pasal ikan sahaja. Itu salah satu cara kerja minda. Hanya menerima satu perkara dalam satu masa.

Jadi sekiranya anda fokus sesuatu yang positif. Jadi minda kita hanya menerima yang positif, dan sekiranya dilakukan berulang-ulang, Ianya akan terus masuk ke minda separa sedar seterusnya minda separa sedar akan bekerja secara positif untuk anda. Minda tidak akan lagi bekerja untuk perkara lain dalam satu masa.

So anda boleh lihat, betapa mudahnya anda memperolehi kejayaan, sekiranya anda tahu cara kerja minda. Dan ikut setiap aturan yang telah ditentukan oleh yang maha kuasa.
Linn Commel - Malaysia

AFIRMASI VS LOA (DARI MILIS MONEY MAGNET)

PERTANYAAN
Di artikel Pak Adi Why Affirmation Fails dituliskan bahwa "Tulis
afirmasi dengan kalimat positip dan sekarang, jelas atau spesifik, dan
tanggal pasti kapan anda ingin mencapai goal anda"

Ada kata "Sekarang" dan "Tanggal pasti".

Nah... di buku BaMM (lupa di hal. brp, saya ga bawa bukunya)
dijelaskan bahwa sebaiknya tidak menggunakan kata "Sekarang" atau
"Sudah" karena akan ada penolakan dari Subconscious jadi sebaiknya
menggunakan kalimat "Kondisi ... ideal saya" atau "Saya dalam proses
mencapai ...".

Lalu yg kedua, di beberapa literatur yg saya baca tentang LoA,
sebaiknya tidak menentukan tanggal pastinya karena Universe akan
memberikan yg terbaik buat kita dan pada waktu yg tepat, jadi
menentukan tanggal itu hanya akan membatasi kerja LoA.

Sebenarnya bagaimana hubungan Afirmasi dgn LoA?
Mohon pencerahan dari para master.

Lalu yg paling penting bolehkan saya menetapkan tujuan/target saya
"I will be a millionaire in 3 years from now"

Regards,
Robby Sidh.

TANGGAPAN
Di buku BaMM yg ditulis, kalo kita bilang sekarang/sudah akan ada
penolakan, kalau dilakukan dalam keadaan Beta (sadar). Jadi yg menolak
adalah RAS/filter kita. Tapi kalo kita lakukan dalam keadaan alfa/theta,
nggak ada masalah.

Di supercamp kita diajarkan untuk relaksasi, jadi bisa dalam keadaan
alfa/theta bahkan delta. Nah makanya dibuku BaMM kan dibilang, kalo buat
yg nggak ikut supercamp, katanya diubah sedikit jadi saya memilih,
memutuskan dll. Dan waktu melakukan affirmasinya waktu sebelum tidur
(sudah mau alfa).

Dari buku Piece of Mind - Sandy McGregor dikatakan bahwa pikiran bawah
sadar (gelombang otak alfa/theta/delta) , tidak bisa membedakan antara
kenyataan dan imajinasi. Contohnya mungkin kita pernah mimpi dikejar
anjing galak.. kita di mimpi kita lari sekencang-kencangny a, begitu
bangun... napas kita ngos-ngosan juga kan.

Nah makanya kita disuruh affirmasi/visualisa si/imajinasi dalam keadaan
alfta/theta/ delta. Di mana kita visualisasinya kita sudah mendapat semua
yg kita inginkan/affirmasik an. "Sudah terima uang 10 juta" misalnya. Nah
ini yg akan menjadi LoA. Dan juga harus jelas dan juga bebas dari mental
block, biar daya pancarnya makin kuat.

Dari beberapa buku yg saya baca, memang nggak selalu perlu dengan
deadline, tapi bisa juga kita kasih tanggal maksimal, jadi kalo terjadi
lebih cepat ya nggak apa2. Trus untuk menghindari kemelekatan kita harus
pasrah. Caranya adalah di akhir affirmasi kita tulis atau lebih baik,
bisa juga ditambah atau lebih cepat.

Mengenai target tanggal juga nggak semua orang cocok. Di buku
hypnotherapy, ada 2 tipe sugestibilitas, ada yg fisik ada yg emosi. Kalo
yg fisik, dikasih target/deadline nggak masalah, kalo yg emosi, dikasih
deadline malah nggak enak. Dan katanya 60% adalah tipe yg emosi.

Biar nggak bingung, kalo kita nggak nyaman dengan deadline (saya
termasuk orang ini), jgn dikasih deadline affirmasinya, tapi dikasih
alasan. Misalnya .. punya uang 10 milyar 3 tahun yg akan datang.. diubah
menjadi punya uang 10 milyar untuk beli rumah, untuk keluarga saya, atau
beli mobil untuk keluarga, untuk jalan2 bersama keluarga supaya kami
semua bisa bahagia.

Di bukunya The Attractor Factor - Joe Vitale, disebutnya, jalan pintas
menuju semuanya adalah being happy .. berbahagia. Karena kalo kita
pengen punya mobil.. buat apa coba.. ya buat kita seneng/bahagia kan,
punya rumah, kita bahagia, punya uang 10 milyar kita bahagia.. karena yg
dituju adalah bahagia, dan menjadi bahagia itu nggak perlu tunggu punya
duit 10 milyar dulu.. ya kita kalo udah bahagia, itu yg menjadi attactor
factor ya duit 10 milyarnya, rumahnya, mobilnya, kesehatan, dll.

Makanya kan di supercamp diajarin.. kita bahagia jgn dikondisikan oleh
faktor luar.. jadi saya bahagia kalo punya uang 10 milyar.. nah selama
itu belon tercapai ya kita nggak akan bahagia, tapi biar gampang, saya
bahagia karena saya memutuskan bahagia.. jadi nggak ada faktor luar..
atau saya bahagia bila saya tersenyum. Yg simpel2 aja.

Saya bukan master, sama2 masih belajar.. kalo anda tambah bingung.. ya
wajar aja.. saya sudah ikut supercamp, baca banyak buku, praktek, dan
sampai sekarang juga belon mengerti sepenuhnya he..he...

Jadi kalo merasa nyaman dengan affirmasi "I will be a millionaire in 3
years from now" itu anda merasa nyaman (nggak ada yg menentang dari
pikiran yg laen) ya oke2 aja. Cuma mungkin perlu diperjelas, kata Pak
Adi, pikiran bawah sadar seperti anak kecil.. yg dimaksud dengan
millionaire itu apa? punya uang berapa? 1 M, 2 M dalam rupiah, dalam USD?

3 years from now.. kalo itu diucapkan pada tanggal 1 agustus 2007
berarti 1 agustus 2010.. tapi kalo hal yg sama kita tetap ucapkan lagi
pada 1 september 2007, maka kita jadi milyunernya juga mundur 1 bulan
lagi dong... alias 1 september 2010. Mungkin kita bisa ubah jadi "Saya
memutuskan memiliki uang Rp. 10 milyar atau lebih baik paling lambat 1
september 2010. Atau Saya memutuskan memiliki uang Rp. 10 Milyar atau
lebih baik pada 1 September 2010 atau lebih cepat.

Nah untuk affirmasi, kata para pakar, jgn bikin jauh2.. kata Pak Adi,
maksimal 1 tahun aja. Atau affirmasinya dikecilin/didekatka n aja.. bisa
mulai.. "saya memutuskan memiliki uang Rp. 10 juta atau lebih baik
paling lambat tanggal 21 september 2007". sekarang tanggal 7 september
2007, berarti 2 minggu dari sekarang. Kalo kita tipe sugestibilitas
emosi, kita sebutkan alasannya kenapa kita mau punya uang 10 juta itu,
jadi bisa ditambahkan "untuk mengisi tabungan, atau untuk jalan2 bersama
keluarga, atau untuk membayar tagihan-tagihan saya.. atau untuk bayar
SuperCamp X di Puncak ha..ha...

Kalau kita ada di keadaan bawah sadar (alfta/theta/ delta), kita
hilangkan kata "memutuskan" nya. Dan kita juga bisa berterima
kasih/bersyukur karena sudah menerimanya .. (bawah sadar tidak bisa
membedakan imajinasi atau kenyataan)

Kalo ada yg salah, tolong dibenerin he..he..

Salam,

Budiharto