Wednesday, September 19, 2007

INGIN SAKTI ? BER PUASALAH!

11 September 2007
Asep Haerul Gani


Sakti (Sanskerta) = Power (English) = Kuat (Arab) = Daya=Kuasa (Indonesia). Kekuatan beragam bentuknya. Kekuatan ragawi, kekuatan indria, kekuatan pikiran, kekuatan rasa dan kekuatan ruhani. Merujuk kepada tulisan-tulisan Sanskerta , kata "Sakti" sejalan dengan kata "Ahli".

Kata Sakti dalam bahasa Indonesia telah terjadi penyempitan arti menjadi hanya "kadigjayan". Dengan makna yang luas, orang dapat sakti dalam beragam hal. Ada yang sakti olah raga, ada yang sakti seni, ada yang sakti teknologi, ada yang sakti berbicara, ada yang sakti mengajar, ada yang sakti bertani, dll.

Semua orang secara alamiah mempunyai potensi kekuatan di dalam dirinya sejak lahir. Mau bukti? Coba dengar suara lengkingan tangisan bayi, sangat keras, panjang dan lama. Orang dewasa tak mampu berteriak seperti itu. Orang dewasa bisa serak bahkan kehilangan suara. Kenapa ? Jawabannya karena tidak terus berlatih.

Latihan adalah penting. Melakukan sebuah kegiatan yang sama berulang-ulang untuk mencapai kesempurnaan adalah berlatih. Latihan pada awalnya terasa sukar, karena tekun dilakukan menjadi mudah. Latihan pada awalnya adalah kaku, semakin dijalani menjadi luwes. Latihan pada awalnya lambat, menggunakan kesabaran malah menjadi cepat. Latihan perlu . Tanpa latihan, POTENSI DIRI bak Raksasa yang sedang terlelap tidur.

Data-data arkeologi dan temuan-temuan manuskrip kuno sepanjang sejarah menunjukkan bahwa manusia mengembangkan beragam jenis LATIHAN baik untuk fisik, pikiran, rasa dan spirit. Dalam tradisi tashawuf latihan seperti ini dikenal dengan istilah RIYADHOH.

Jadi untuk Sakti perlu Berlatih.

Puasa berasal dari kata Sanskerta Aupawasa, Aupawasta, Aupawastra, Aupawasya yang arti dasarnya adalah MENAHAN. Bandingkan dengan Shiyam dalam bahasa Arab yang berarti Imsak yang juga bermakna MENAHAN. Puasa adalah latihan berupa menahan diri dari makan dan minum. Dalam makna yang lebih luas, puasa berarti menahan diri dari merajalelanya Nafsu yang datang dari 6 indra, yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, pengecapan dan pikiran.

Antropolog menemukan di masyarakat yang sangat awal (primitif), puasa adalah langkah yang dilakukan suku tertentu untuk membangkitkan daya yang ada dalam diri. Dukun (Shaman) di berbagai belahan dunia mengajarkan puasa kepada pasiennya untuk penyembuhan . Para Empu sebelum berkarya puasa terlebih dahulu. Para Pendekar belajar dan mengajarkan jurus-jurus matih dalam keadaan berpuasa. Tradisi Agama pun demikian Puasa adalah sarana latihan yang manfaatnya beragam fisik sehat, perasaan kuat, pikiran cepat dan ruhani melesat.

Bagaimana sebuah aktifitas fisik berupa puasa sedemikian berKUASA? Bacalah buku karya berjudul 2nd Brain. Perut adalah ibarat otak kedua. Aktifitasnya akan mempengaruhi aktifitas fisik, pskis dan spiritual anda. Tiadanya makanan, menyebabkan aktifitas perut untuk memproses makanan berkurang. Pada saat yang sama aktifitas perut untuk memperkuat sinyal-sinyal otak pertama yang ada di kepala semakin meningkat. Bersatunya otak di kepala dan otak di perut ini dapat membangkitkan potensi-potensi diri lebih cepat dan mudah.

Dari hasil wawancara dengan sejumlah praktisi indigenous psychotherapist, Keadaan relaksasi mudah dicapai dengan puasa. Keadaan tenang mudah didapat dengan puasa. Keadaan trance mudah diraih dengan puasa. Keadaan alpha mudah digapai dengan puasa. Berbang Rectingular Activating System (RAS) mudah ditembus dengan puasa. Programming unconscious mudah dilakukan dengan puasa.

Saya pernah bereksperimen mengenai hal ini. Pak Krishnamurti dulu di Learning Forum Trainers Club pernah mengajarkan para trainer mengenai Alpha Power . Para peserta diajarkan untuk masuk ke dalam keadaan alpha dan melakukan visualisasi. Peserta diminta menjatuhkan bohlam ke atas keramik. Yang menarik adalah seluruh peserta LF yang mencoba menjatuhkan bohlam, dan ajaib keramiknya utuh serta bohlamnya pecah. Mengapa demikian? Kondisi alpha belum tercapai, visualisasi belumterbentuk, neuron di otak belum terjalin, sehinga energi yang diinginkan belum mewujud.

Saya meminta pak Krishnamurti, pada kesempatan setelah itu mengajarkan team HRD PT. Makro Indonesia hal yang sama. Waktunya training sengaja saya pilih saat Ramadhan ketika sebagian besar peserta sedang berpuasa. Lalu saat paa peserta diminta melakukan hal yang sama. Seperti yang diduga kekuatan unconscious bisa dilihat. Bohlam tetap utuh. Keramik pecah seperti yang divisualisasikan peserta. Ada yang bolong, pecah 2, pecah 3, pecah 5 dsb.

Eksperimen tersebut, meskipun tidak akurat secara ilmiah, membuktikan bahwa keadaan berpuasa memudahkan orang masuk ke dalam keadaan alpha, mampu bervsualisasi dan mampu menampilkan daya (Sakti) dalam bentuk nyata.

Tradisi Agama menyediakan puasa sebagai wahana untuk mengabdi, mengenal dan mencintai sang Pencipta. Tradisi Spiritualis memperlakukan puasa sebagai sarana untuk menemukan hakikat diri. Tradisi para Pendekar menjadikan puasa sebagai jalan membangkitkan keperkasaan. Tradisi para empu, menggunakan puasa sebagai langkah untuk menghasilkan karyacipta.

Jadi Puasa yang awalnya adalah wahana untuk jumpa dengan sang Maha, ternyata manfaatnya beragam .

Puasa itu keadaan hypnosis Ya?

Ya!

Puasa itu relaksasi Ya?

Ya!

Puasa induksi Ya?

Ya!

Puasa itu deepening Ya?

Ya!

Puasa itu bisa digunakan sebagai terapi Ya?

Ya!

Puasa itu dapat dimanfaatkan untuk self hypnosis Ya?

Ya!

Agar menjadi Self Hypnosis, berarti tinggal membuat kalimat-kalimat Sugestinya Ya ?

Ya!

Atau menyiapkan Affirmasinya Ya ?

Ya !

Diperkuat dengan Visualisasinya Ya ?

Ya !

Secara terus menerus Ya ?

Ya !

Secara berulang-uang Ya ?

Ya !

Pasti Sakti Ya ?

Ya !

Seperti model dalam beragam tradisi Ya?

Ya !

Tinggal mau menjalankannya Ya ?

Ya !

Sekarang Ya ?

Ya !

Selamat berpuasa. Selamat menahan diri dari godaan kereta pikiran yang ditarik oleh 5 indra. Selamat rileks. Selamat induksi. Selamat masuk ke dalam diri. Selamat bervisualisasi. Selamat ber affirmasi. Selamat membentuk dan mengembangkan diri ke bentuk DIRI SEJATI dan Selamat bertemu dengan TUHAN yang ada dan bersemayam dalam relung hati yang bersih, hening, suci. Dengan bersatu bersama kehendakNya, maka semua yang anda inginkan menjadi Niscaya.

Pun Sapun, Ampun Paralun.

Pakena Gawe Rahayu, Sangkan Nanjung di Juritan, Nanjeur Di Buana

Salam hangat dari Ciwandan Cilegon

Asep Haerul Gani

Thursday, September 13, 2007

Bagaimana Tidak Fokus ke UANG kalau untuk hidup saja susah? (5)

Saya hanya ingin sedikit berbagi cerita saja karena bu elly dan mas momo dah
banyak memberikan jawaban berkaitan dengan email Bapak. Walaupun sebenarnya saya
ingin berbagi cerita ini kepada rekan rekan dimilis ini NANTI ketika semua "tantangan
jangka pendek" saya sudah terpenuhi, tapi tidak mengapalah setelah saya pikir2 toh asyik juga
kalau saya tulis sekarang.

Kilas balik kebelakang saya dan istri serta rekan2 sekantor (kita ber-4) adalah peserta
SC 8 di Salatiga, mungkin kami termasuk peserta yang jauh karena kita berasal dari Banjarmasin.
Sebelum seminar dimulai, kami peserta seminar diminta mengisi semacam kuisioner, termasuk
didalamnya target keuangan yang dinginkan, saya menuliskan target keuangan pendek dan jangka
menengah, jangka panjang belum saya isi karena saya tidak mendapatkan feel yang pas
sehingga tidak saya teruskan dulu (Jadi PR saya).

Target jangka pendek saya dalam hal keuangan adalah "PUNYA TABUNGAN 100 JUTA PALING
LAMBAT AKHIR TAHUN 2007 DAN HUTANG2 SAYA LUNAS SEMUANYA", trus saya kasih
catatan kecil "kalau tercapai, kita ingin jalan2 ke-bali akhir tahun he he he" istri saya bilang
"enaknya jalan2 ke bromo tuh" trus kita ketawa2 geli saja.. soalnya memang kenyataannya saat
itu kita punya tabungan setengahnya saja nggak ada. Kalau dijumlahkan dengan hutangnya saya
wah mungkin sudah pas 100 jt kali. hahaha

Target itu saya perlihatkan dengan rekan saya (sambil senyum lebar nggak percaya diri),
biar dia juga liat nggak apa2 toh saya pikir sharing sesuatu yang kita belum punya,
teman saya yang meralat target saya sehingga bunyinya menjadi :

PUNYA TABUNGAN MINIMAL 100 JUTA ATAU LEBIH
PALING LAMBAT AKHIR TAHUN 2007 DAN HUTANG2 SAYA LUNAS SEMUANYA

Kedengarannya jauh lebih baik. Dan jadilah itu target keuangan jangka pendek saya.
Selama SC, saya dan beberapa rekan yang lain (semeja) mungkin termasuk dalam kelompok
yang susah untuk tersugesti (Tipe A), walaupun dalam penilaian yang diberikan oleh Pak Aries saya
justru masuk Tipe B (bisa disugesti tanpa alasan), sehingga kebanyakan saya hanya "blank" saja
dalam beberapa sesi terapi (biasanya kita selalu bandingkan kiri kanan rekan2 semeja), "gimana tadi
rasanya pak ?" - teman yang dari jawa jawabnya "nggak ono opo2", waduh untung ngerti dikit
"ketemu mental bloknya pak ?"
"gelap eui" he he he

Namun dalam SC saya diajarkan bahwa banyak hal sederhana seperti bagaimana perasaan
bahagia dan syukur sebenarnya HARUSNYA mudah dan milik kita semua apabila kita bisa merubah
cara dan sudut pandang kita terhadap sesuatu (baca : keyakinan kita). Dalam NLP kita menyebutnya
reframing (membingkai kembali). Seandainya saya bisa menggambarkan bahwa saat itu perasaan
bersyukur dan bahagianya saya sangat dalam sekali karena mendapat pencerahan makna bahagia
dan syukur yang kadang2 kita sendiri yang mempersulitnya hadir dalam kehidupan kita.

Apalagi saya memang memiliki latar belakang kehidupan yang tidak mudah,
sejak usia +/- 15 tahun saya sudah yatim dan miskin kasih sayang dari keluarga namun keadaan
memaksa harus mandiri sepenuhnya;

Setelah dari SC Salatiga, kami kembali ke Jogjakarta malam itu juga, kita menginap semalam disana
sebelum saya dan rekan2 kembali ke banjarmasin transit melalui surabaya, istri akan pulang ke Jakarta
karena ingin kangen2an dengan orang tuanya; Malam di Jogjakarta sebelum pulang, saya jalan2 dengan
istri, ngobrol soal soal target jangka pendek yang saya ceritakan sebelumnya. "Kayaknya enak ya
kalau kita tahun ini dah punya tabungan begitu","Menghayal kaleeee.... Aminnn" ujar istri saya,
yang jelas kita banyak perasaan gelinya, ketawa2 kayak orang miring dikit, saya nggak tau apakah
geli juga merupakan golongan perasaan yang enak ? he he

Kembali ke Banjarmasin, mulailah "kebetulan" yang banyak terjadi, dalam seminggu itu banyak
sekali "kebetulan" yang terjadi, Teman yang pinjam uang dari dan saya anggap dah hilang/gak mungkin bayar
tiba tiba menghubungi dan membayar lunas hutangnya plus saya dipaksa menerima tambahan dari dia,
dia bilang imbalan terima kasih, Kemudian ada teman ngasih kerjaan order komputer, dapat uang lagi,
"kebetulan" ada teman minta buatkan program komputer (tailor software) eh dapat uang lagi,
dapat sedikit tambahan dari kantor - uang lagi, relasi tiba2 aja minta nomor rekening, dapat
uang lagi. Sumber2 yang diluar dugaan justru banyak memberikan permasukan. Saya sendiri mulai dari
perasaan geli tidak percaya, sampai jadi terheran heran sendiri.

Seminggu kemudian istri saya pulang dari Jakarta, katanya juga mau nabung, keuangan kami memang dipegang
istri, dia terheran heran melihat saldo buku tabungan kami ketika di print, saldo saat itu hanya kurang dari
2 juta lagi dah tercapai 100 jt. Saya sendiri heran, kalau Target Jangka Pendek saya bisa tercapai secepat itu.
Bahkan Tahun 2007 masih ada 5 bulan lagi, saya menghitung secara rasional mungkin bisa, namun hasilnya
justru tidak logis seperti halnya "kebetulan kebetulan" yang saya alami.

Apakah focus saya uang? saya tidak mengatakan TIDAK, tapi ada aspek terpenting yang saya dahulukan
dari focus seperti Uang, Kesejahteraan, Kelimpahan, Kesehatan dll... yaitu saya sekarang bisa ber-SYUKUR dulu.

Maksudnya saya tidak focus ketujuan KEMUDIAN baru merasa enak dan nyaman. Tapi saya merasa enak
dan nyaman dulu karena bersyukur dan bahagia, uang hanyalah apa yang ada dibalik target; walaupun sepintas
saya memang focus ke Uang/niat mendapatkan uang, tapi sebenarnya saya lebih banyak memikirkan
kesenangan apabila benar2 akhir tahun nanti saya bisa mandi dipantai kuta bali ha ha ha...

dan cara yang paling mudah untuk merasa enak dan nyaman, saya bersyukur dan berbahagia.

Sebagai seorang muslim, saya diajarkan untuk selalu bersyukur, dan sesuai Firman Allah, "Apabila Kamu Bersyukur,
Niscaya akan Aku Tambahkan Nikmat Padamu", namun terkadang kita tidak bisa bersyukur dengan Tulus dan
Jujur, karena kita lebih menomorsatukan Keinginan, sehingga energi kita justru habis oleh hasrat keinginan (Desire)
dan kita diperbudak oleh keinginan itu. (Bisa dilihat di level energi pada buku BaMM).

Semoga sedikit cerita saya bisa berguna bagi kita semua.-

Halo Halo.. Hai Hai... Bagaimana Rasanya ... "UENAKKK TENANNN"

Salam
Henry

Bagaimana Tidak Fokus ke UANG kalau untuk hidup saja susah? (4)

KUDENGAR.... namaku disebut-sebut. ...(nyanyi dengan nada yang sama kayak lagu "Namaku Disebut")

Oke, thanks banget buat Ceceku, Bu Ely Susanti yang baik hati dan selalu siap menjawab pertanyaan semua orang (padahal lagi sibuk dan pusing soal urusan jadwal kan hehehe...)

Sekarang saya akan menjawab berdasarkan persepsi saya.

Uang BUKAN segalanya TAPI (hampir) segalanya BUTUH uang.

Pernyataan ini pertama kali saya dengar dari Agnes Mokawin (saudara kembarnya Agnes Monikah). Apakah pernyataan ini benar? Bisa YA bisa TIDAK, tergantung dari persepsi masing-masing. Masalahnya, saya believe pada pernyataan yang satu ini.

Apakah saya FOKUS pada uang? Hmmm....coba baca ulang deh afirmasi saya: Semakin hari saya semakin berkelimpahan, uang berlomba-lomba memasuki kantong saya dari berbagai sumber dengan cepat, mudah dan dahsyat!!!

Kalau disimak baik-baik, saya malah sama sekali ga fokus sama uang. Lah iya dong, wong saya maunya uang yang lomba-lombaan masuk ke kantong saya, saya maunya dengan cepat, mudah dan dahsyat lagi. Artinya: saya ini maunya hidup tuh asik, bisa punya banyak waktu untuk baca buku, bisa punya banyak waktu untuk tidur, bisa punya banyak waktu ketemu teman-teman, pelayanan. Kalo diperhatikan penjelasan saya, tanpa sadar saya banyak mengetik kata yang satu ini: WAKTU. Kenapa saya mau uang BANYAK menghampiri saya? Karena berdasarkan persepsi saya, dengan punya banyak uang secara cepat, mudah dan dahsyat dengan hanya perlu sediakan waktu yang optimal saja untuk menjaring uang ini (bahasa Arabnya: KERJA). Sisa waktu saya yang banyak itu bisa untuk belajar, bermain, terapi (baik diri sendiri mau pun orang lain) dan untuk menikmati hidup ini, melakukan hal yang saya sukai. Dan afirmasi saya bukan TUJUAN hidup saya, tetapi fokus KEINGINAN saya SAAT ini.

Sudah paham toh? Tujuan hidup saya sama sekali berbeda dengan afirmasi atau fokus saya. Tetapi, benar sekali kata Ce Ely, saya sangat menikmati proses mencapai tujuan hidup ini. Tujuan hidup adalah perjalanan seumur hidup dan merupakan pengabdian sampai saya kembali ke pelukan semesta (bahasa gaulnya: KOIT alias is dead). Untuk itu saya menarik garis ke masa sekarang dan buat target kecil-kecilan sampe paling dekat 31 Desember 2007 ini. Apa target saya? FINANCIAL FREEDOM. Jadi, dengan cara apa saya bisa mencapai target saya? Kudu banyak duit dong ^O^ Makanya afirmasi saya jadi begitu.

Uang penting? PENTING BANGET! Fokus pada uang boleh? BOLEH banget!! Terikat pada uang boleh? Sangat TIDAK boleh banget!!!

Uang bagi saya cuma sebuah TOOLS/sarana mencapai tujuan hidup saya dengan lebih mudah dan cepat. Kalau ga butuh uang, ga usah punya juga ga papa. Karena saat ini masih butuh banget, oh, mau dong dapet banyak dengan cepat dan mudah ;-)


MOMO ^^
Semakin hari saya semakin berkelimpahan, uang berlomba-lomba memasuki kantong saya dari berbagai sumber dengan cepat, mudah dan dahsyat!!!

Bagaimana Tidak Fokus ke UANG kalau untuk hidup saja susah? (3)

Hallo Purnomo..

Good Question..:)

Purnomo udah ikutan SC??



kalau udah ikut pasti tahu doong jawabnya kenapa milist ini namanya money magnet.

Dan apa yang diajarkan bukan soal teknis bagaimana menghasilkan uang.

Tetapi lebih pada pengembangan diri, spiritual dan clear dari mental blok yang ujung2 nya uang akan mudah didapatkan.

Dan dalam proses itu pun salah satu jalannya adalah bersyukur.

Soal target dan tujuan mau uang berapa tetap penting.Yang saya maksud dalam proses...fokusnya jangan ke uang melulu.

Salah satu kondisinya misal.

Saya target hari ini dapat 1 juta

sampai hari berakhir...dapat cuman 500rb..

Kalau fokusnya keuang saja...bisa bisa yang terjadi keluhan,kekecewaan, rasa kesal,dll

Kalau mau lebih terbukan..bisa dilihat dari memang uang dapat 500rb, tetapi hari ini saya belajar bagaimana rasa ditolak dan mengatasi kemarahan, bagaimana saya belajar bersyukur masih bisa dapat 500rb di banding pengemis di jalan yang untuk makan saja susah.

Usaha..tetep usaha yang terbaik...hasil. .apapun kita syukurin..

itu maksud saya



Soal afirmasi Momo..

Karena kondisi saat ini dia memang lagi prioritasnya uang,,maka dia buat afirmasi itu.

Tetapi di dalam prkateknya saya tahu..dia menikamti semua proses..bersyukur atas semua yang terjadi.

Jadi maksud saya fokus ke uang itu adalah fokus ke hasil yang selalu dinilai dengan uang.

Dan itu adalah hak setiap pribadi :)



Dan akan sangat jelas nanti setelah Bapak ikutan Super Camp..Bapak akan mengerti apa yang saya maksud :)



Membuat kondisi keuangan yang ideal itu juga benar..

Tujuannya adalah untuk mengetahui sebenarnya apa yang kita inginkan..apa impian kita, apa tujuan hidup kita.



Soal isi dengan kondisi keuangan ideal yang nyaman di hati....setelah tahu tujuannya ..untuk bisa mendapatkannya dengan 'mudah' memang harus nyaman di'hati' yang berarti bebas dari mental blok.



adalah sah sah saja orang mau uang berapa saja.

Dan itu adalah pilihan dan hak setiap pribadi...bukankah memang sifat manusia tidak pernah puas?

Tulisan saya sebelumnya saya tujukan sebagai penyeimbang agar kita mengingat tidak semuanya bisa di nilai dengan uang.



Setuju! milist ini memang bertujuan untuk kita sharing menjadi magnet uang.

Tetapi bukan menjadikan kita mengukur segala galanya dengan uang.

Uang akan datang saat kita punya impian

Uang akan datang saat kita bisa bebas dari mental blok

Uang akan datang saat kita pasrah

Uang akan datang saat kita Bersyukur

Dan di dukung oleh Doa..



Dan itulah tujuan milist ini...

Sharing tentang impian

kita saling mendukung dan belajar untuk bisa bebas dari mental blok

Kita saling sharing untuk bisa pasrah

kita saling mengingatkan untuk selalu bersyukur

Dan kita saling men-doa kan untuk sama2 sukses..:)



Saya yakin saat kita semua bisa menjalankan lima langkah diatas dengan benar...

Bapak akan mengerti apa yang saya maksudkan :)



Apakah kalau tujuan kita gabung milist ini untuk mendapatkan uang 100 juta dalam 5 bulan..

trus setelah 5 bulan belum dapat kita akan menyesali sudah buang2 waktu dengan milist ini tapi kok 5 bulan ngga dapat tuh 100 jutanya??

apakah pengembangan diri yang terjadi, spiritualitas yang meningkat,teman2 yang bertambah, sahabat dan sharing serta pencerahan, informasi yang mendukung... . itu semua akan selalu menghasilkan uang dan harus di hitung hitung dengan uang?

Itulah maksud saya dengan fokus ke uang..tidak semua bisa di hitung2 dengan uang.

Semoga dengan demikian semua bisa jadi magnet uang. :) dengan menikmati setiap prosesnya





Bagi saya..mungkin setelah ikut SC..tidak ada booming keuangan yang dahsyat seperti beberapa teman di sini..tetapi apa yang saya rasakan..bagaimana saya tahu spiritualitas saya bisa lebih baik...bagaimana saya bisa me manage emosi dengan baik dan bagaimana efek perubahan yang terjadi pada saya membawa dampak yang luar biasa dalam hubungan pernikahan saya dan keluarga..itu tidak dapat di nilai oleh uang...kalau saya fokus pada uangnya..mungkin saya akn kecewa dengan ikut SC..karena secara nominal 'cash' tidak ada yang luar biasa..tetapi apa yang saya dapat lebih dari 10 M atau bahkan saya mau membayar kebahagiaan ini dengan harga berapa pun :)





Semoga berguna..

salam,

Ely

Bagaimana Tidak Fokus ke UANG kalau untuk hidup saja susah? (2)

Ibu Ely,
Salah nggak kalau kita tetap fokus ke uang, seperti nama milis ini "Money Magnet"
Seperti yang diajarkan di buku Becoming Money Magnetnya Pak Adi, Law off Attractionnya
Michael J. Losier dan afirmasinya Mas Momo "Semakin hari saya semakin berkelimpahan, uang berlomba-lomba memasuki kantong saya dari berbagai sumber dengan cepat, mudah dan dahsyat!!!

Trus di buku BMM dan Law off Attraction dituliskan juga bagaimana fokus ke uang dengan cara
membuat "pernyataan hasrat" atau outcome statement mengenai " KONDISI KEUANGAN IDEAL" yang isinya dimulai dengan :

- Membuat lis kondisi keuangan yang yang tidak diinginkan
- Membuat lis kontras yaitu kondisi keuangan yang diinginkan
- Membuat pernyataan hasrat atau outcome statement

Dan isi pernyataan hasrat selalu dimulai dengan kalimat yang menimbulkan "hati merasa enak"
dengan kondisi keuangan yang ideal , dan ini adalah jelas fokus ke uang dengan hati yang enak, perasaan yang enak (feel good)

Kalau di postingan Ibu Ely uang bukan prioritas utama, bagaimana pendapat Ibu Ely tentang
- Konsistensi milis ini adalah money magnet (bagaimana kita menjadi money magnet)
- Ajaran Pak Adi di buku "Becoming Money Magnet" dan isi di buku Machael J Losier ttg kondisi keuangan yang ideal.

Demikianlah, mohon tanggapan Ibu Ely dan teman - teman semua.
Terima kasih

Purnomo

Bagaimana Tidak Fokus ke UANG kalau untuk hidup saja susah? (1)

Beberapa kali saya mendapat pertanyaan di atas dari peserta Super Camp.
Setelah mereka mendapatkan jawaban dari pertanyaan sebelumnya.

Pertanyaan sebelumnya 'apa yang bu Ely dapatkan setelah ikut SC?' dan biasanya di tanyakan pada hari pertama :)
Saya selalu menjawab..kalau mau tanya soal keuangan, jujur tidak ada peningkatan yang luar biasa..meningkat dengan pasti dan kosisten.. iya! dan setiap kesempatan selalu datang dengan mudah.
Karena saat dibuat Prioritas, memang Uang bukan prioritas pertama..walau semua butuh uang.
Yang paling saya sukai adalah peningkatan spiritual saya dan saya tahu bagaimana saya menjalani hidup.Dan saya bisa bahagia kapan saja.

Rupanya jawaban saya uang bukan prioritas utama jadi pertanyaan berikutnya.
Iya kalau bu Ely, kalau kita-kita yang memang secara financial cukup untuk hidup. Nah untuk orang2 yang untuk hidup aja susah bagaimana mereka tidak akan fokus ke uang? bagaimana mereka bisa mengerti kebahagiaan?
BISA! jawab saya..nanti akan di tunjukkan oleh Pak Adi film yang bagus. (maksuh saya film tukang becak itu)

Maksudnya tidak fokus ke uang adalah bukan berarti kita tidak mencari uang, bukan berarti kita tidak berusaha mendapatkan uang, dan bukan berarti kita sok suci tidak membutuhkan uang.

Tetapi kita minikmati setiap proses dalam mendapatkan uang tersebut. Kita mensyukuri apa yang kita punya dan apa yang bisa kita lakukan.Kita berterimakasih atas setiap kesempatan bahwa kita masih bisa berusaha.

Dan...yang perlu diingat..masih ada hal2 yang sebenarnya kita perjuangakan atas nama uang.
Untuk yang berkeluarga pasti mencari uang demi keluarganya
Untuk yang belum mencari uang untuk diri sendiri agar hidup enak dan nyaman dan bisa melakukan hobby.

Kalau susah payah mengejar uang..saat sudah kaya raya..keluarga jadi berantakan karena waktu proses mengejar uang, keluarga tidak mendapatkan waktu sama sekali..so.. akhirnya uangnya buat siapa?apakah tujuan tercapai?

Kalau untuk dirisendiri. .susah payah akhirnya dapat juga uangnya, jadi kaya raya..saat itu kesehatan sudah hancur karena terlalu di forsir,tidak pernah olahraga dan pola makan yang tidak sehat. Akhirnya apakah tujuan tercapai?

So..nikmati setiap proses hidup.
Jaga pikiran dan hati untuk selalu tenang dan bersyukur.
Kalau masih susah mau bersyukur... tulis di milis ini kenapa kok tidak bisa bersyukur (hehehehe akan banyak yang memberitahu apa yang bisa di syukurin) Termasuk email dari Henry Mansyah dan ingat2 film yang di putar pas SC ttg tukang becak yang begitu iklas menerima hidupnya dan menikmati setiap proses hidup dan peranannya dalam hidup ini.

Selamat beraktivitas! !
Semoga berguna..

Salam penuh syukur.
Ely

Monday, September 10, 2007

IMPIAN DAN FOKUS (BAHASA MELAYU MALAYSIA)

Mengapa kita perlu menetapkan impian dan perlu fokus pada impian tersebut?. Ini adalah kerana impian berkait rapat dengan frekuensi dan vibrasi fikiran.

Sebenarnya jika kita menetapkan target atau impian dalam kehidupan, fikiran kita akan ditetapkan pada frekuensi dan vibrasi yang spesifik dan selari dengan impian tersebut. Seterusnya getaran itu akan dipancarkan keseluruh alam seperti gelombang radio.

Kebanyakkan orang gagal mendapatkan impian mereka kerana tidak fokus. Jadi apabila impian tidak ditetapkan pada frekuensi yang tertentu , atau tidak fokus dan sentiasa menukar impian, ianya umpama kita sentiasa menukar frekuensi gelombang radio.

Bayangkan anda sedang memicit butang untuk menukar frekuensi siaran yang anda inginkan, bertukar dan terus bertukar, anda tidak menjumpai frekuensi yang anda inginkan, bukan disebabkan oleh frekuensi yang tidak ada. Tetapi sebab kita tidak tetap pada satu frekuensi sahaja.

Begitu juga dengan minda kita, sekiranya kita tidak fokus pada impian tersebut, ianya bukan bermakna anda telah gagal. Tetapi disebabkan oleh minda belum sempat bekerja untuk anda, tetapi anda telah menukarkan fokus anda ke arah lain. Seterusnya frekuensi gelombang pun berubah. So salah siapa? Sekiranya tidak mencapai impian?

Alhamdulillah, Ramai diantara pembaca memberikan komen dan pendapat tentang rahsia disebalik fokus. sebenarnya, Semua jawapan anda betul, Tetapi saya sebenarnya menginginkan fakta yang benar-benar membuatkan orang yakin untuk fokus dalam memperolehi apa yang diinginkan.

Saya yakin, sekiranya anda tahu bagaimana fakta sebenar , mengapa kita perlu fokus, InsyaALLAH hati anda tetap untuk fokus dalam sesuatu perkara. Mengapa kita perlu fokus dalam impian kita. Sebenarnya minda kita hanya mampu menerima atau berfikir satu perkara sahaja dalam satu masa. Sekiranya anda fokus tentang ikan, adakah akan keluar gambaran sotong, ayam atau itik? Sudah pasti hanya keluar pasal ikan sahaja. Itu salah satu cara kerja minda. Hanya menerima satu perkara dalam satu masa.

Jadi sekiranya anda fokus sesuatu yang positif. Jadi minda kita hanya menerima yang positif, dan sekiranya dilakukan berulang-ulang, Ianya akan terus masuk ke minda separa sedar seterusnya minda separa sedar akan bekerja secara positif untuk anda. Minda tidak akan lagi bekerja untuk perkara lain dalam satu masa.

So anda boleh lihat, betapa mudahnya anda memperolehi kejayaan, sekiranya anda tahu cara kerja minda. Dan ikut setiap aturan yang telah ditentukan oleh yang maha kuasa.
Linn Commel - Malaysia