Wednesday, September 26, 2007

Alhamdulillah doa terkabul

Saya jadi ingat pelatihan yang saya ikuti dulu setelah ada buku quantum iklhas ini, ada sharing yang unik dari pengalaman saya mengikuti Mind focus thn 2005,
Pada saat saya mendengarkan CD ( sesuai training yang diajarkan mind focus ) saya selalu membayangkan uang jumlah 20 juta kadang lebih dilayar monitor atm saya dan saya mevisualisasikan hal hal lainnya yang berkenan dengan cita2 saya. Kira kira 2 bulan saya memvisualisasikan dalam keadaan alphamatik, kemudian terus terang saya berhenti mendengarkan CD karena saya pindah keluar kota tanpa membawa CD tersebut. Kurang lebih 6 bulan kemudian saya tidak menyadari selalu melihat atm saya selalu lebih dari 20 juta bahkan cara melihat, memegang, rasanya tekstur,dan kejadian2nya mirip dengan visualisasi saya 6 bulan lalu. Kini Atm saya selalu lebih dari 20 juta, saya baru sadar bahwa hal ini sangat mirip dengan visualisasi saya dulu,

Terus terang saya tidak tahu apakah ada hubungannya?? Saya sekarang setiap hari hanya bersyukur, ihlas dan pasrah, sedekah dan selalu bahagia pada Allah SWT karena dengan “master key ” tersebut hidup saya telah berubah jauh lebih baik. Padahal usaha saya lebih ringan dari sebelumnya.... Alhamdulillah...ajaib

Salam untuk Mas Nunu dan Mas Yudi dan kerabat KATAHATI, kalau ke Jakarta Insya Allah saya ikut Heart Focus


Salam Ikhlas dan bahagia

Zaki

Mutiara Renungan

"Yakinlah bahwa Anda bisa. Ketika Anda yakin mampu melakukan sesuatu, benar-benar yakin, pikiran Anda akan mencari jalan untuk melakukannya. Yakin terhadap pemecahan suatu masalah akan mempermulus jalan menuju pemecahan masalah." – Dr. David Schwartz

Tuesday, September 25, 2007

ANd i Will Never Stop it

Lutvi Avandi
Saya ingin memperoleh bintang 8 di Tianshi, sebuah Luxury Car dan penghasilan 20 juta perbulan tahun depan. Saya sudah membuat jalannya, tapi saya pasrahkan pada Allah jalan yang terbaik yang akan dipilih-Nya untuk saya.

Ayuk SK8
Keinginan saya adalah:
1. Ikut SC
2. Punya laptop sendiri
Semoga terwujud akhir tahun ini.
ENTAH bagaimana caranya, hanya Tuhan yang tahu.

Tanggapan Pak Adi
Dear All,
Yang lebih penting dari semuanya adalah bukan apakah kita pasrah atau tidak. Yang lebih penting lagi adalah apakah kita benar-benar menginginkan apa yang kita inginkan. Jika kita tidak tahu alasan mengapa kita menginginkan uang atau suatu materi tertentu maka kita akan sulit mendapatkannya.

Yang perlu kita periksa dengan sungguh-sungguh adalah apakah impian kita sejalan dengan nilai-nilai hidup kita. Khususnya nilai-nilai pada posisi hirarki yang tertinggi. Kalau impian tidak sejalan dengan value/nilai maka akan sangat sulit didapat.

Mengapa impian harus sejalan dengan value?

Karena jika sejalan, kita tidak usah FOKUS, tidak usah MASSIVE ACTION. Impian akan kita dapatkan dengan sangat mudah. Lha, kalau memang impian itu sejalan dengan value kita berarti impian itu penting bagi kita. Kalau penting berarti kita akan sungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Ini bekerjanya otomatis. Nggak usah ”diusahakan” atau ”dipaksakan”. Efek Money Magnet atau LOA akan aktif dan menarik segala sesuatu demi tercapainya tujuan kita.

Untuk lebih jelas mengenai hal ini coba baca peran value dalam hidup kita. Bisa dibaca di buku Manage Your Mind for Success.

Adi W. Gunawan


Tanggapan Rudi Muliyono (Momo)
SETUJU...

Value yang berada dalam hirarki tertinggi dalam hidup saya adalah hidup bermakna bagi banyak orang, melakukan segalanya demi kebaikan tanpa "ditempeli" tujuan pribadi.

Pernah saya menulis, value yang ada dalam diri saya tidak sejalan dengan profesi yang saat ini saya lakoni, yaitu sebagai serorang agen asuransi. Akibatnya? Susah sekali saya membangun jaringan di bisnis ini. Padahal, mulut sampai berbusa-busa memotivasi agen yang saya rekrut, bahkan sampai saya bayari ikut training segala macam. Ga ada kemajuan juga tuh agen-agennya dan ada rasa enggan yang luar biasa untuk menjalaninya sebelum saya terapi. Setelah saya terapi pun, subconsciuos mind saya hanya sepakat dengan beberapa poin yang memang memiliki alasan kuat saja. Yaitu, profesi ini bisa menghasilkan banyak uang dalam waktu cepat dimana uang ini bisa membantu saya mencapai tujuan yang sesuai dengan value saya di atas.

Giliran saya sudah mengerti value saya dan kemudian saya pasrahkan diri agar saya bisa diberikan pilihan menjalankan apa pun yang sesuai dengan value saya, tiba-tiba saya ditawari jadi terapis. Prosesnya sangat mudah dan sekarang ini TANPA saya fokus dan TANPA massive action, setiap minggu bisa penuh jadwal saya untuk bantu terapi orang dan ini masih baru dari referensi satu klien saya saja. Soal duitnya ga usah ditanya deh. Seminggu saya bisa dapet penghasilan pokok setara dengan teman saya yang seorang auditor sebulan loh ^_^

Apakah saya pernah PENGEN jadi terapis? Enggak tuh, saya cuma ingin agar apa yang saya kerjakan bisa membantu banyak orang. Bisa memberi mereka kebahagiaan dan kemajuan dalam hidup, entah apa pun profesinya. Ternyata subconsciuos mind saya menyodorkan profesi ini. Dari cuma coba-coba, kurang PD, bingung gimana harus terapi klien. Semakin hari, dengan banyak bantuan dari Bu Ely, Pak Adi dan Pak Aries, saya semakin paham apa yang harus saya lakukan dan teknik apa yang harus saya gunakan. Semua ini terjadi OTOMATIS. Pelajaran selalu tersedia tepat pada waktunya. Support selalu ada saat dibutuhkan. Orang lagi ga pengen nerapi, eh tetep aja banyak jadwal terapi. Akhirnya saya jadi makin serius deh. Setiap hari saya belajar dengan senang hati dan semakin senang saja rasanya ^_^

Akhirnya saya OTOMATIS pasrah total deh sekarang hahahaha...ga lagi nolak-nolak terapi, kecuali emang casenya masih jauh dari pengetahuan saya saat ini. Saya ikutan Supercamp kan tujuannya hanya bisa banyak duit. Tapi, kok saya dapet yang 1000x lebih baik dari itu ya. Saya jadi mengerti nilai-nilai yang penting dalam hidup saya. Bisa mengenal prioritas saya. Sekarang selalu tahu apa yang harus saya utamakan dan jarang sekali ada konflik dalam diri saya. Sekali ada konflik dan bingung, langsung saya parts therapy hehehe....Saya baru sadar, kayaknya saya sekarang sudah ga pernah marah lagi loh. Dan kalo marah atau sebal skala sekarang sudah mentok 2. Lepas emosinya juga paling lama 1 jam aja (kalo pake EFT bisa 5 menit aja).

Terus profesi saya sebagai agen asuransi dan pelaku MLM gimana? Sssttttt.... saya lagi ngerjain closingan 5M nih. Sabar ya, prosesnya selesai, saya dapat, pasti saya kasih tahu deh ^_^

MLMnya? DAHSYAT! Bonusnya udah puluhan juta? Dalam proses, dahsyatnya gini, meski bonus saya bertambah terus tiap bulan dan masih dalam proses sampe puluhan atau bahkan ratusan juta sebulan. Semua ini, sekali lagi berjalan, seperti kata Pak Adi OTOMATIS. Saya cuma pernah 10 kali prosek orang untuk diri sendiri, 9 join, yang satu saya cuekin aja emang, join syukur, ga join yah bisa dapet yang lebih baik :p Downline saya makin bulan makin nambah, setiap bulan bonus saya makin naik. Padahal kan saya ga fokus ke sini loh, saya hanya bantu saat downline minta dan jadi tukang anter susu kalau perlu. Sebulan....yah 1-3 kali deh hihihi....

Saya sungguh bersyukur karenanya ^_^

Saat saya melepas segalanya, saya malah mendapatkan segalanya. Kosong itu isi, isi itu kosong....



MOMO ^^
Semakin hari saya semakin kaya dan berkelimpahan, banyak uang berlomba-lomba memasuki kantong saya dari berbagai sumber dengan cepat, mudah dan dahsyat!!!

Monday, September 24, 2007

Jadilah Magnet Atas Suksesmu

"What you see in your mind, you're going to hold it in your hand"
(Bob Proctor)


Sekarang ini, di mana-mana begitu ramai dibicarakan The Secret, buku yang ditulis oleh penulis kelahiran Australia Rhonda Byrne. Buku yang menggemparkan ini telah memopulerkan nama Rhonda Byrne dan menobatkan
dirinya menjadi salah satu perempuan berpengaruh di dunia saat ini.
Apakah yang menarik dari buku The Secret ini?


Intisari The Secret adalah The Law of Attraction atau hukum daya
tarik. Inti dari hukum daya tarik ini adalah like attract like.
Artinya, sesuatu akan menarik sesuatu yang mirip dengannya. Jadi,
saat kita memikirkan sesuatu, dikatakan bahwa kita sedang menarik
sesuatu itu ke arah diri kita.

Bayangkanlah seorang ibu yang seringkali mengalami kecopetan.
Masalahnya, setiap kali ke pasar, ia selalu membayangkan dan dihantui
bayangan para pencopet. Setiap kali mengalami kecopetan, ia semakin
ketakutan dan semakin membayangkan hal itu terjadi lagi berulang
kali. Pikiran si ibu itu menjadi magnet bagi para pencopet untuk
mendekatinya.


Di sisi lain, ada seorang mahasiswa teologi yang mengatakan saat
dirinya melancong ke luar negeri, ia tidak memiliki tabungan cukup
dan tidak kenal siapa pun. Modalnya hanya berdoa dan membayangkan
jalan mulus membentang di hadapannya. Anehnya, banyak kemudahan dan
jalan 'bantuan' datang menghampirinya saat ia membutuhkan.


Dalam hukum daya tarik ini, pikiran kita bereksistensi ibarat magnet.
Pikiran kita memiliki getaran frekuensi yang kita pancarkan ke
sekeliling kita. Akibatnya, getaran ini mulai memengaruhi lingkungan
sekitar kita dan mulai menarik alam semesta (universe) terkait
berbagai hal kembali kepada diri kita.

Jadi, kalau getaran frekuensi yang kita pancarkan merupakan getaran
kesuksesan dan kebahagiaan, alam semesta akan mengatur kesuksesan dan
kebahagiaan itu sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Sebaliknya,
bila yang kita pikirkan adalah marabahaya, maka kemungkinan besar hal-
hal yang tidak kita inginkan itulah yang bakalan menghampiri kita.


Mendukung mimpi

Seperti dikatakan DR.Joe Vitale, salah seorang pembicara dan penulis
yang turut memberikan kontribusi dalam buku The Secret, "Alam semesta
akan mulai mengatur dirinya, untuk membuat apa pun yang terpikirkan
olehmu, mulai termanifestasikan bagi dirimu".

Persis seperti pesan Sang Alkemis, novel spiritual Paulo Coelho. Di
sana, dikisahkan tentang Santiago, seorang bocah penggembala domba
dari Padang Andalusia, yang mengelana mewujudkan mimpi-mimpinya.
Pesan utamanya, "Orang yang meyakini seluruh mimpi-mimpinya, maka
seluruh alam semesta akan membantunya dalam mewujudkan mimpi-mimpi
itu menjadi kenyataan."

Bayangkan dengan mereka yang phobia dengan cecak dan takut kalau-
kalau ada cecak. Akibatnya, jutsru mereka 'menarik' cecak di mana-
mana. Demikian pula yang takut kegagalan, justru mereka menarik
energi kegagalan dalam diri mereka. Sebaliknya, kalau kita menarik
kekayaan, kesuksesan, uluran tangan, dan kebahagiaan, maka itulah
yang akan tertarik ke arah dirimu.

James Ray, salah satu pemikir terkenal dan kontributor buku ini
memakai metafora menarik. Bayangkanlah dunia ini seperti kisah lampu
Aladin dalam dongeng 1001 Malam. Bayangkan, saat dirimu membutuhkan
sesuatu dirimu tinggal menggosok lampunya, maka akan muncul jin ajaib
dan berkata pada Anda,
"Your wish is my command" (harapan Anda adalah perintah untuk saya). Bayangkanlah alam semesta mengatakan hal
tersebut kepada diri Anda.


3 Langkah

Ada tiga langkah dalam proses the Law of Attraction ini. Ketiga
langkah tersebut mencakup keberanian meminta (ask),
Keyakinan akan menerima (believe),
dan Kemampuan dan perasaan telah menerima (receive).
Kalau dicermati prosesnya kembali, maka dikatakan, segala
sesuatu dimulai dari keinginan dan kemauan kita untuk meminta dan
mengharapkan hal yang positif terjadi dalam hidup kita.

Seperti dikatakan Jack Canfield dalam bukunya The Aladdin
Factor, "Jika kamu tidak pernah meminta, maka kamu tidak akan pernah
menerimanya" . Setelah meminta, maka dibutuhkan keyakinan bahwa kita
bisa menerimanya.

Banyak orang meminta sesuatu, tetapi kemudian menjadi ragu-ragu
sehingga apa yang ada tidak betul-betul termanifestasikan. Tanpa
sadar terjadi energi 'penolakan' akibat keragu-raguannya.

Langkah terakhir adalah kemampuan kita untuk menerima atau, kalaupun
belum terasakan sekarang, tetapi merasa telah mulai dalam proses
menerima apa yang diharapkan. Masalahnya, banyak orang tidak sabar
dan berhenti saat apa yang diharapkan tidak langsung terjadi. Otak
membutuhkan penyesuaian dan alam semesta membutuhkan waktu
mewujudkannya, tetapi kita sendiri harus meyakininya.

Lagi pula, penting pula kita untuk mendoakan dan mengharapkan bantuan
tangan dan izin Tuhan sehingga apa yang kita pikirkan terwujud.
Sebab, bagaimanapun hukum ini kita imani berjalan sesuai dengan
kehendak-Nya. Karena itu, doa dan keyakinan atas berlakunya the law
of attraction ini tetaplah menjadi hal penting.

Akhirnya, the law of attraction ini mengingatkan kita satu hal
penting. Marilah kita selalu sadar dengan apa yang kita pikirkan. Hal
ini akan menjadi sebuah medan magnet yang luar biasa.


Bayangkan, melalui pikiran itulah kita sedang membuat lukisan
kehidupan kita sendiri. Kesimpulannya, kita, adalah apa yang kita
bayangkan setiap hari.


Sumber: Jadilah Magnet Atas Suksesmu oleh Anthony Dio Martin,
Director HR Excellency

YOU CAN'T STOP IT!!!

Dear All Magneters,

Pada akhir tahun lalu, tepatnya Desember 2006, seperti biasanya, saya menuliskan goal-goal saya untuk tahun depan (2007). Salah satu yang ingin saya lakukan adalah menulis 4 buku dan semuanya masuk kategori best seller.

Ternyata dalam waktu berjalan, saya akhirnya memutuskan hanya menulis 3 buku. Satu buku lagi, saya posisikan menjadi master piece dan baru akan saya tulis tahun depan (2008).

Benar, saya berhasil mencapai goal itu dengan mudah. Bulan Agustus 2007, buku saya yang ketiga selesai sudah.

Namun vibrasi yang telah saya pancarkan dalam bentuk keputusan, akhir Desember 2006 lalu, ternyata terlalu kuat. SEMESTA ALAM MERESPON. Dan saya tidak bisa lepas dari respon itu.

Entah bagaimana, LOA atau Money Magnet, membuat saya “terpaksa” atau “dipaksa” menulis buku ke 4 ini. Semua kondisi dan situasi mendukung saya segera menulis buku ke 4. Saya berusaha menunda namun semua yang terhampar di depan saya membuat saya tetap harus menulis buku ini.

Saya bertemu, dipertemukan dengan situasi dan kondisi, orang, dan hal-hal yang membuat saya harus segera menulis buku ini.

Tiba-tiba saya dihubungi EO besar dari Jakarta, melalui bantuan Ibu Ely, untuk berbicara di Motivational Congress mereka bersama 3 pembicara lainnya, bulan Desember 2007. Target audiens sekitar 7.000 orang. Dan yang lebih luar biasa lagi adalah topik yang saya bawakan sama persis dengan isi buku saya yang ke 4, yg saya tunda penulisannya.

Waktu saya menceritakan hal ini pada kawan-kawan di Gramedia, mereka langsung meminta saya menulis buku tentang materi yang akan saya bawakan di seminar di Jakarta ini. Bahkan mereka, kawan dari Gramedia, langsung mengatakan bahwa buku saya ini akan dicetak 2 versi, Hard Cover dan Soft Cover. Akan diluncurkan pake press conference segala. Wah.. wah… saya hanya bisa mengamini saja.

So… akhirnya saya memutuskan menulisnya.

Ternyata pikiran sadar saya yang mau menunda sedangkan pikiran bawah sadar saya tetap ingin menulis buku ini.

Kawan-kawan, hati-hati dengan apa yang kita putuskan. Begitu sudah kita pancarkan ke SEMESTA maka kita akan mendapatkannya. So... putuskan untuk mendapatkan yang terbaik...

Salam,

Adi W Gunawan

LOA KONTRAK RUMAH

PERTANYAAN
Dear All,

Saya mau minta petunjuk membuat vibrasi LOA nih,
Sekarang saya masih ngontrak bersama kedua ortu saya (10jt perbulan), di daerah sunter, murah karena itu rumah saudara saya.

Yg membuat saya bingung adalah pada waktu akhir tahun, rumah tersebut mau dijual sedangkan saya lagi tidak bisa cari kontrakan dulu karena lagi butuh biaya untuk yang lain (yg sekarang aja masih nunggak 7 bln, karena bayarnya dicicil)

Saya minta tolong apakah ada yg sudah pengalaman untuk LOA rumah, dan bagaimana cara yg tepat, kaerna saya sangat butuh banget nih

Saya rencana mau cari KPR, namun dari beberapa bank yg saya datangi mematok uang muka yg tinggi (yg tidak bisa saya penuhi)
Kalau ada info mengenai KPR juga tolong kasih tau saya ya

Terima kasih banyak ya kawan2

Ivan F

JAWABAN PAK IKHWAN SOPA
Yang pernah saya pelajari dari beberapa orang yang saya kenal, dan kumpulin beberapa contoh prakteknya, ternyata berawal dari prinsip ini:

"Perlakukan rimuah kontrakan PERSIS seperti rumah sendiri. Rasakan FEELING-nya."

Apa yang dilakukan pemilik rumah, jika gentengnya bocor?
Apa yang dilakukan pemilik rumah saat melihat cat tembok sudah mulai kumuh?
Apa yang dilakukan pemilik rumah saat menemukan keramik lantai pecah-pecah?

Jangan ragu melakukannya, hanya karena merasa bahwa itu semua adalah "rumah orang".
Jangan! Itu akan memvibrasikan "saya adalah kontraktor". Sebaliknya, jika Anda memperlakukannya seperti pemilik rumah, maka Anda memvibrasikan "saya memiliki rumah".

Selebihnya, silahkan bekerja keras untuk menutupi hutang sewa dan sekaligus untuk
mengumpulkan uang pembelian rumah itu.

Pada saat yang sama, jangan pernah mensetting bahwa

"rumah ini hanya bisa dibeli dengan usaha saya mengumpulkan uang ini".

Melainkan,

"usaha ini adalah salah satu yang bisa merealisir keinginan saya, selebihnya ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi sehingga rumah ini tetap akan menjadi milik saya."

Sopa

Wednesday, September 19, 2007

INGIN SAKTI ? BER PUASALAH!

11 September 2007
Asep Haerul Gani


Sakti (Sanskerta) = Power (English) = Kuat (Arab) = Daya=Kuasa (Indonesia). Kekuatan beragam bentuknya. Kekuatan ragawi, kekuatan indria, kekuatan pikiran, kekuatan rasa dan kekuatan ruhani. Merujuk kepada tulisan-tulisan Sanskerta , kata "Sakti" sejalan dengan kata "Ahli".

Kata Sakti dalam bahasa Indonesia telah terjadi penyempitan arti menjadi hanya "kadigjayan". Dengan makna yang luas, orang dapat sakti dalam beragam hal. Ada yang sakti olah raga, ada yang sakti seni, ada yang sakti teknologi, ada yang sakti berbicara, ada yang sakti mengajar, ada yang sakti bertani, dll.

Semua orang secara alamiah mempunyai potensi kekuatan di dalam dirinya sejak lahir. Mau bukti? Coba dengar suara lengkingan tangisan bayi, sangat keras, panjang dan lama. Orang dewasa tak mampu berteriak seperti itu. Orang dewasa bisa serak bahkan kehilangan suara. Kenapa ? Jawabannya karena tidak terus berlatih.

Latihan adalah penting. Melakukan sebuah kegiatan yang sama berulang-ulang untuk mencapai kesempurnaan adalah berlatih. Latihan pada awalnya terasa sukar, karena tekun dilakukan menjadi mudah. Latihan pada awalnya adalah kaku, semakin dijalani menjadi luwes. Latihan pada awalnya lambat, menggunakan kesabaran malah menjadi cepat. Latihan perlu . Tanpa latihan, POTENSI DIRI bak Raksasa yang sedang terlelap tidur.

Data-data arkeologi dan temuan-temuan manuskrip kuno sepanjang sejarah menunjukkan bahwa manusia mengembangkan beragam jenis LATIHAN baik untuk fisik, pikiran, rasa dan spirit. Dalam tradisi tashawuf latihan seperti ini dikenal dengan istilah RIYADHOH.

Jadi untuk Sakti perlu Berlatih.

Puasa berasal dari kata Sanskerta Aupawasa, Aupawasta, Aupawastra, Aupawasya yang arti dasarnya adalah MENAHAN. Bandingkan dengan Shiyam dalam bahasa Arab yang berarti Imsak yang juga bermakna MENAHAN. Puasa adalah latihan berupa menahan diri dari makan dan minum. Dalam makna yang lebih luas, puasa berarti menahan diri dari merajalelanya Nafsu yang datang dari 6 indra, yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, perabaan, pengecapan dan pikiran.

Antropolog menemukan di masyarakat yang sangat awal (primitif), puasa adalah langkah yang dilakukan suku tertentu untuk membangkitkan daya yang ada dalam diri. Dukun (Shaman) di berbagai belahan dunia mengajarkan puasa kepada pasiennya untuk penyembuhan . Para Empu sebelum berkarya puasa terlebih dahulu. Para Pendekar belajar dan mengajarkan jurus-jurus matih dalam keadaan berpuasa. Tradisi Agama pun demikian Puasa adalah sarana latihan yang manfaatnya beragam fisik sehat, perasaan kuat, pikiran cepat dan ruhani melesat.

Bagaimana sebuah aktifitas fisik berupa puasa sedemikian berKUASA? Bacalah buku karya berjudul 2nd Brain. Perut adalah ibarat otak kedua. Aktifitasnya akan mempengaruhi aktifitas fisik, pskis dan spiritual anda. Tiadanya makanan, menyebabkan aktifitas perut untuk memproses makanan berkurang. Pada saat yang sama aktifitas perut untuk memperkuat sinyal-sinyal otak pertama yang ada di kepala semakin meningkat. Bersatunya otak di kepala dan otak di perut ini dapat membangkitkan potensi-potensi diri lebih cepat dan mudah.

Dari hasil wawancara dengan sejumlah praktisi indigenous psychotherapist, Keadaan relaksasi mudah dicapai dengan puasa. Keadaan tenang mudah didapat dengan puasa. Keadaan trance mudah diraih dengan puasa. Keadaan alpha mudah digapai dengan puasa. Berbang Rectingular Activating System (RAS) mudah ditembus dengan puasa. Programming unconscious mudah dilakukan dengan puasa.

Saya pernah bereksperimen mengenai hal ini. Pak Krishnamurti dulu di Learning Forum Trainers Club pernah mengajarkan para trainer mengenai Alpha Power . Para peserta diajarkan untuk masuk ke dalam keadaan alpha dan melakukan visualisasi. Peserta diminta menjatuhkan bohlam ke atas keramik. Yang menarik adalah seluruh peserta LF yang mencoba menjatuhkan bohlam, dan ajaib keramiknya utuh serta bohlamnya pecah. Mengapa demikian? Kondisi alpha belum tercapai, visualisasi belumterbentuk, neuron di otak belum terjalin, sehinga energi yang diinginkan belum mewujud.

Saya meminta pak Krishnamurti, pada kesempatan setelah itu mengajarkan team HRD PT. Makro Indonesia hal yang sama. Waktunya training sengaja saya pilih saat Ramadhan ketika sebagian besar peserta sedang berpuasa. Lalu saat paa peserta diminta melakukan hal yang sama. Seperti yang diduga kekuatan unconscious bisa dilihat. Bohlam tetap utuh. Keramik pecah seperti yang divisualisasikan peserta. Ada yang bolong, pecah 2, pecah 3, pecah 5 dsb.

Eksperimen tersebut, meskipun tidak akurat secara ilmiah, membuktikan bahwa keadaan berpuasa memudahkan orang masuk ke dalam keadaan alpha, mampu bervsualisasi dan mampu menampilkan daya (Sakti) dalam bentuk nyata.

Tradisi Agama menyediakan puasa sebagai wahana untuk mengabdi, mengenal dan mencintai sang Pencipta. Tradisi Spiritualis memperlakukan puasa sebagai sarana untuk menemukan hakikat diri. Tradisi para Pendekar menjadikan puasa sebagai jalan membangkitkan keperkasaan. Tradisi para empu, menggunakan puasa sebagai langkah untuk menghasilkan karyacipta.

Jadi Puasa yang awalnya adalah wahana untuk jumpa dengan sang Maha, ternyata manfaatnya beragam .

Puasa itu keadaan hypnosis Ya?

Ya!

Puasa itu relaksasi Ya?

Ya!

Puasa induksi Ya?

Ya!

Puasa itu deepening Ya?

Ya!

Puasa itu bisa digunakan sebagai terapi Ya?

Ya!

Puasa itu dapat dimanfaatkan untuk self hypnosis Ya?

Ya!

Agar menjadi Self Hypnosis, berarti tinggal membuat kalimat-kalimat Sugestinya Ya ?

Ya!

Atau menyiapkan Affirmasinya Ya ?

Ya !

Diperkuat dengan Visualisasinya Ya ?

Ya !

Secara terus menerus Ya ?

Ya !

Secara berulang-uang Ya ?

Ya !

Pasti Sakti Ya ?

Ya !

Seperti model dalam beragam tradisi Ya?

Ya !

Tinggal mau menjalankannya Ya ?

Ya !

Sekarang Ya ?

Ya !

Selamat berpuasa. Selamat menahan diri dari godaan kereta pikiran yang ditarik oleh 5 indra. Selamat rileks. Selamat induksi. Selamat masuk ke dalam diri. Selamat bervisualisasi. Selamat ber affirmasi. Selamat membentuk dan mengembangkan diri ke bentuk DIRI SEJATI dan Selamat bertemu dengan TUHAN yang ada dan bersemayam dalam relung hati yang bersih, hening, suci. Dengan bersatu bersama kehendakNya, maka semua yang anda inginkan menjadi Niscaya.

Pun Sapun, Ampun Paralun.

Pakena Gawe Rahayu, Sangkan Nanjung di Juritan, Nanjeur Di Buana

Salam hangat dari Ciwandan Cilegon

Asep Haerul Gani