Monday, August 4, 2008

Berbagi - Kunci Pasti Meningkatkan Motivasi KAYA RAYA

Oleh : Krishnamurti - Mindset Motivator

(Tulisan ini sebagai pendukung dan pelengkap artikel “Tip Praktis NLP #13″ agar program “GO DOUBLE” yakni “Teknik Cepat & Teruji Jadi MILYARDER” sangatlah mungkin untuk dilaksanakan dan memang dapat menjadi kenyataan)

Kaya Raya tidaklah Berdosa, bukan?

Ya, menjadi kaya raya tidaklah berdosa, bahkan dapat membuat dan menjaga api motivasi semangat hidup tetap dan terus membara. Yang penting kita tidak terikat dengan kekayaan duniawi tersebut dan memiliki tujuan bahwa kekayaan tersebut dapat berguna untuk orang banyak karena uang hanyalah alat atau sarana saja.

Berita baiknya adalah ternyata menjadi Kaya Raya bisa dipelajari dan bisa dicapai oleh siapa saja. Kita hanya perlu memahami bagaimana kerja hukum alam semesta yang berlimpah ini dan tentu saja menjalankannya dengan tulus dan ikhlas.

Namun, sebelum Anda membaca tulisan ini, mohon dicatat hal berikut:

1. Tulisan ini adalah cara pandang dan pengalaman saya pribadi yang belum tentu pas untuk Anda lho ya.

2. Bacanya nyantai aje, gak usah keburu-buru & jangan terlalu serius dong!

3. Baik juga baca sambil refleksi diri dan ambil “Klik” untuk melakukannya.

4. Juga baik saat baca, anggap aja sedang ngobrol dengan diri sendiri

5. Paling baik baca tulisan ini sambil ngopi pahit atau nge-teh pahit ya.

KUNCI PERTAMA: “THE MORE YOU GIVE, THE MORE YOU GET”

Uang adalah energi. Semangat adalah energi. Bagaimana mendapatkan banyak energi? Kuncinya justru melepaskan (RELEASE, GIVE atau SHARE bukan Keep atau Take) energi terbaik dalam diri kita untuk Alam Semesta agar energi yang lebih bersih (CHANGE), energi yang lebih baik (LEARN) dan energi yang lebih besar (GROW) masuk dan menyatu ke dalam diri kita, sehingga hidup kita akan selaras dengan hukum alam (Universal Law) yang berlaku untuk semua makhluk yang ada di planet bumi ini.

Setelah menjadi siklus kegiatan Change-Learn-Grow ini pas dan selaras (baca: nyaman) dengan diri kita, maka teruslah lakukan kegiatan ini agar perputaran energi ini makin membesar, membesar dan membesar dalam diri kita sampai kita tidak bisa menghentikannya. Maka hasil (result) akan secara otomatis berbuah sendiri. Namun, jangan kaget kalau buahnya akan sangat ranum dan lebat.

Dalam bahasa Spiritual (katanya lho) kegiatan ini diartikan sebagai kegiatan berbagi untuk sesama manusia demi kehidupan itu sendiri. Artinya memberi dengan tulus ikhlas tanpa pamrih apapun. Baik sekali bila tangan kiri memberi, tangan kanan tidak mengetahuinya.

Memberi tanpa menyebut nama kita.

Memberi tanpa memberi tahu siapa kita.

Memberi ya memberi saja tanpa berpikir.

Baiklah, agar lebih “seru” kita beri nama kegiatan bagaimana “Menjaga Api Motivasi Semangat Hidup tetap dan terus Membara” ini sebagai kegiatan Berbagi Kehidupan. Dan, sebelum kita berbagi kehidupan baik sekali kita mengerti dulu apa kehidupan itu dengan cara belajar dari kehidupan.

Mindset motivasi latihan ini:

“The More You Give, The More You Get”

“Semakin Banyak Anda Memberi, Semakin Banyak Anda Menerima”

“Memberi lebih Indah dari pada Meminta”

KUNCI KEDUA: “BELAJARLAH DARI KEHIDUPAN”

Mentransfer uang untuk amal, misal: harus 10% ke lembaga keagamaan (bukan

agama lho ya, tapi lembaga atau perorangan) adalah pekerjaan mudah dan sepele. Bawa kartu ATM, masukkan kartu tsb ke mesin ATM lalu tekan nomor rekening lembaga tsb, transfer uangpun selesai deh. “Mau dipakai untuk benar atau tidak, ya dosanya si pengurus. Yang penting niat gua adalah nyumbang” begitu cara pandang umum orang yang punya niat baik tersebut dan memang kita orang moderen diprogram seperti ini.

Namun, menjadikan uang amal 10% tsb menjadi 10, 100 atau 1.000 nasi bungkus dan kita sendirilah yang menyerahkannya ke saudara kita yang membutuhkannya, bukanlah pekerjaan mudah dan sungguh memerlukan kekuatan tekad hati yang tulus (uh. baca ide ini aja udah berat ya? Apalagi menjalankannya he..he..). Karena memerlukan kekuatan otot fisik kaki untuk berjalan dari pintu hati ke pintu hati lainnya.

Namun, sayang sekali umumnya kita lebih memilih cara beramal praktis seperti ini. Cara “Amal Instant 10%” persis seperti menggaji orang lain untuk melakukan pekerjaan amal suci kita. Sehingga mindset kita seperti “Berdagang Kasih” dalam benak kita muncul pemikiran bahwa dengan besarnya sumbangan uang amal ini hidupku pasti damai dan tenang (pesan lainnya: “aku akan dihormati atau dipandang”). Mengapa?

“Kan, gua udah nyumbang Rp. 100 juta untuk kegiatan Amal tsb? Lebih besar dari si Entong yang hanya nyumbang 2 nasi bungkus. Tentu Berkat gua lebih besar dong!”

Berkat yang dihitung oleh mereka yang memiliki paham ini adalah berkat rumah mewah, mobil mewah dan segala sesuatu yang wah! Sesuatu yang kelihatan secara “nyata”.

(Kasihan juga ya untuk mereka yang matanya buta, hidupnya gak ada berkat karena gak ada yang bisa dilihat he..he.. Tuhan gak adil dong dengan yang buta. Ah, pasti ada misteri bahagia lainnya. Tuhan maha adil kok)

Kalo Tuhan boleh bercanda dalam bahasa gaul, pasti (baca: mungkin) Dia akan bilang: “He..he.. kasihan deh elo! Kagak ngarti kalo bahagia tuh mudah dan sederhana banget, tauk! Amal itu ukurannya Cinta / Kasih atau Hati bukan Kalkulasi he..he..”

Catatan Penting!

Tidak ada yang salah dalam Amal Instant 10% dan Amal 2 Nasi Bungkus ini. Yang berbeda adalah pelajaran yang kita dapatkan dalam kehidupan ini. Dalam Amal Instant 10% kita tidak terlalu banyak belajar tentang kehidupan ini, namun Amal 2 Nasi Bungkus ini jika kita lakukan setiap hari, maka dalam 1 bulan saja kita sudah belajar sebanyak 60 pelajaran kehidupan. Pelajaran Cinta Kasih. Itulah dasar berpijak “Menjaga Api Motivasi Semangat Hidup Tetap Membara”

Mindset Motivasi latihan ini:

“Jika kita setia pada hal-hal kecil, maka kita akan dipercaya akan hal-hal besar”

“Kadang Kita Selamat. Kadang Kita Tenggelam. Jika Kita Selamat, Kita Mempunyai Tugas Besar untuk Menolong Orang Lain” demikian Jusuf Islam, penyanyi “Morning Has Broken”

KUNCI KETIGA: “MELEPASKAN KELEKATAN”

Jebakan duniawi adalah kenikmatan indrawi. Kenikmatan indrawi adalah kenikmatan dasar makhluk hidup mamalia, jadi kenikmatan terendah manusia. Kenikmatan yang hanya sebatas kenikmatan alat indra manusia dan bisa berbentuk apapun.

Jika kita tidak memiliki kesadaran, maka akan mudah kita terikat pada kenikmatan indrawi ini. Sekali terikat, bisa terus terikat makin kuat. Untuk itu kita perlu memiliki kesadaran tinggi yang tidak terikat oleh kenikmatan indrawi. Dan, perlu terus menjaga kesadaran tinggi ini agar kiat terus bertumbuh menjulang dengan terus melepaskan keterikatan atau kelekatan.

Kunci melepaskan kelekatan adalah mendefinisi ulang arti kata “Kepemilikan”. Apa itu milik aku? Pada saat kita mengatakan ini adalah milikku, maka saat itu juga aku terikat pada sesuatu (bisa benda, bisa rasa) yang aku sebut milikku itu.

Semakin kita melekat pada sesuatu, maka semakin pula kita tercekat atau terikat pada sesuatu tersebut. Walau sebenarnya ikatan tsb hanyalah bersifat emosi saja.

Sehingga jika kita tercekat akan sesuatu, mudah sekali emosi kita meledak. Contoh: banyak sekali orang menjadi marah saat mobil mewahnya diserempet dan tergores. Sebenarnya yang tergores bukanlah mobilnya, tapi hatinya. Rasa dalam hatinya, rasa yang dikuasi rasa kepemilikan tadi. Kalo kita melihat bahwa mobil tadi hanya besi, ya kitapun mudah sekali memaafkan dan menyelesaikan masalah serempetan tsb.

Donor darah boleh menjadi kegiatan yang sederhana dalam latihan melepaskan kelekatan. Memberikan apa yang Anda miliki tanpa pamrih. Memberikan kehidupan Anda untuk kehidupan orang lain, sungguh sangat mulia.

Kalimat Motivasi latihan ini:

“Hiduplah Sukses Menurut Penilaian Allah, bukan Penilaian Manusia”

“Hidup Sukses adalah Hidup Kaya Raya Berlimpah Makna”

LATIHAN: BERBAGI DAN MELEPASKAN KELEKATAN UNTUK BELAJAR DARI KEHIDUPAN

Berikut beberapa ide untuk kegiatan ini:

1. Pilih pakaian terbaik Anda atau pakaian Favorit Anda (boleh juga benda lain), lalu berikan kepada orang yang tidak Anda kenal dan sedang membutuhkan pakaian. Saya mempunyai kebiasaan untuk hanya memiliki pakaian sejumlah 7 buah saja. Jika saya mendapat atau membeli pakaian baru, maka pakaian lama saya berikan ke orang lain.

2. Membeli sesuatu pada pedagang yang berekonomi lemah dengan harga biasa, namun berikan 1 lembar angpau yang berisikan uang seharga benda yang kita beli dan ini bukan tip, tapi uang Kasih yang mungkin bisa membantu ekonomi keluarga tsb. Salah satu kebiasaan saya adalah menyisihkan sebagian dari hasil Trainer Fee menjadi 10 angpau atau lebih tergantung “feeling” saya saja saat itu.

3. Membuat beberapa Paket Manis (misal: 1 paket kantong yang berisikan: 1 kg gula pasir, 1 kaleng susu kental manis, 3 bungkus supermi atau benda lainnya yang manis) lalu bagikan kepada orang yang Anda rasa membutuhkannya. Sambil latihan peka dan peduli terhadap kebutuhan atau kehidupan orang lain.

4. Melepaskan binatang yang ditangkap manusia kembali ke alamnya. Misal: sisihkan uang Anda untuk membeli: Burung, Belut, Ikan, Kodok atau binatang apapun yang masih hidup, sebanyak yang Anda mampu lakukan. Lalu, lepaskan binatang tsb kembali ke alam, misalnya burung ke udara. Sedangkan belut & ikan ke sungai atau danau dan kodok ke sawah atau pinggiran sungai. Saat melepasakan binatang tsb, coba katakan: bebaslah kamu ke alam semesta ini karena memang kamu milik Dia sang empunya. Jangan kaget bila ketemu ada binatang yang tidak mau pergi menjauh, seperti berterima kasih pada Anda. Takut ya, he..he..he..

5. Jual HP Anda dan uangnya bisa Anda lakukan sbb: Masukkan ke amplop angpau, misal: Rp. 50.000,- di setiap amplopnya lalu bagikan ke orang (baiknya yang tidak Anda kenal) yang menurut Anda saat itu dia sedang sangat membutuhkan uang. Belikan nasi bungkus sebanyak yang bisa Anda belikan dari hasil penjualan HP Anda, lalu bagikan dengan ikhlas kepada orang yang menurut Anda sedang kelaparan saat itu.

Masih banyak contoh lainnya, silahkan Anda lakukan dan pilih sendiri yang sesuai dan selaras dengan misi hidup Anda.

Demikian tulisan sederhana ini sebagai rasa ingin berbagi bagaimana saya menjaga Api Motivasi Semangat Hidup saya agar tetap dan terus Membara. Dan, hidup ini sederhana sekali, ya kan? Maap”in ye, kalo ade salah-salah kate!

“Sungguh Indah jika Allah masih Memberikan Kita Kesempatan untuk Berbagi”



[lingkarLOA] Emang apa bedanya Syukur dan Pasrah...

Akhir minggu lalu mas Karso ngobrol ngalor-ngidul dengan teman dari
jauh.... Tentang SYUKUR
Diujung diskusi khas pinggir gang itu... ada satu pertanyaan

"Emang apa bedanya Syukur dan Pasrah?"

Sehingga memaksa mas Karso buka-buka ilmu yang disebut etimology
digabung dengan gathuk mathuk khas Solo....
1. Gratitude = Grateful + Attitude
.... PERILAKU SELALU BERTERIMAKASIH itu bukan sekedar mengucapkan
terimakasih. ...
Ini tentang perilaku....
Dari kamus: Grateful: berterimakasih, Gratify: memuaskan, memenuhi,
2. SYUKUR dalam sebuah kitab kuning yang menjadi kajian pondok pesantren
Artinya: pujian, kepenuhan dan kelebatan
berarti kuda yang gemuk walaupun sedikit rumput
berarti tumbuhan yang subur walau tiada hujan

Sehingga "Bersyukur adalah perilaku yang merasa puas / bahagia dengan
yang sedikit maka ia akan mendapat banyak / subur"

Ternyata syukur bukan sekedar di Lidah...tapi
Syukur mencakup 3 sisi:
1. Syukur dengan HATI - kepuasan batin atas anugerah
2. Syukur dengan LIDAH - mengakui anugerah dan memuji pemberinya
3. Syukur dengan PERBUATAN - memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai
dengan tujuan penganugerahannya.

Sehingga SYUKUR adalah two in one dengan SABAR.
Tidak ada kesabaran tanpa pribadi syukur dan tidak ada syukur tanpa
pribadi yang penuh sabar.

Dan Sabar berarti MENAHAN diri ... termasuk menahan diri dari menyerah.

Jadi SYUKUR jauh dari PASRAH apalagi MENYERAH....

Demikian mudah-mudahan dipahami mas....

Demikian mas Karso "nyerocos" sampai ngos-ngosan ... lalu ditutup
menyeruput wedang teh jahe yang hangat menyegarkan.

Tapi apa bener begitu yah.... Bagaimana menurut anda?

Salam Good Vibes

Supriyadi
081-3939-1-319- 2

http://galih- apisemangat. blogspot. com

Wednesday, May 21, 2008

LOA dalam pandangan Hindu Bali

Oleh : Jaya Wiharsa

Pertama dan yang utama adalah saya mohon maaf atas keberanian saya menulis LOA dalam Hindu Bali. Menyadari akan kemampuan dan keterbatasan saya untuk mengungkapkan apa yang tersirat dan yang tersurat dalam kehidupan Hindu Bali. Disamping itu juga saya tidak memiliki pengalaman menulis yang memadai.

Terimalah tulisan ini dengan apa adanya, berikut kekurangan saya dalam tulisan ini.

Tulisan ini dibuat untuk membayar hutang, seperti juga keberadaan kita saat ini diyakini oleh Hindu Bali untuk membayar hutang. Hutang kepada siapa?

Hutang kepada Orang Tua yang atas jerih payah mereka dari tiada menjadi ada.

Hutang kepada Pemerintah atas segala kemampuannya kita bisa menikmati negeri ini.

Hutang kepada Guru-guru atas ijinnya kita bisa berinteraksi dan memaknai semua ini.

Hutang kepada sesama Mahluk. (binatang, tumbuhan, manusia) atas toleransi hidup bersama-sama saling isi mengisi kehidupan ini.

Sehingga dalam setiap tindak tanduk yang diharapkan dalam menjalankan hidup ini adalah dengan berterimakasih dan selalu mengembangkan rasa syukur atas apa yang ada saat ini. Karena tanpa hutang yang disebutkan diatas kita tidak ada disini, dan tidak bisa menikmati apa yang ada disini berinteraksi disini dan memaknai pula disini. Bisa saja kita masih dalam gumpalan energi yang berpindah-pindah, berubah-rubah dan berevolusi atau entah apa saja bisa dikatakan sepanjang kita bisa ungkapkan.

Ijinkan saya berterimakasih dari hati yang paling dalam atas semua yang ada saat ini dan juga yang belum ada. Serta yang berkenan membaca tulisan ini.

Dalam keseharian Hindu Bali, cara mengungkapkan rasa terimakasih atas apa yang ada dan diterima saat ini salah satunya dilakukan dengan cara menghaturkan banten saiban. Setiap sehabis memasak di dapur dan sebelum masakannya dinikmati para ibu-ibu pasti membuat banten saiban yang isinya, sejumput nasi putih dalam ukuran kecil kira-kira 1cm x 1 cm (ukuran ini tidak pas bisa berubah sesuai dengan jumputannya) diletakkan diatas daun pisang yang sudah dipotong segi empat ukuran 4cm x 4cm (ukuran dan bahan tidak menjadi suatu standar) dan ditambahkan lauk-pauk yang dimiliki saat itu dalam ukuran kecil juga, bisa diwakilkan pula dengan garam.

Dibuat sejumlah intinya 5 buah dan bisa lebih, tergantung dengan apresiasi pelakunya. 5 banten saiban kecil itu ditempatkan di

- Tempat suci,

- Pekarangan rumah/ Depan rumah

- Tempat Air

- Tempat Api

- Tempat Beras

Tujuannya kita menghaturkan terimakasih dan sekaligus melakukan local inspection onsite pada tempat-tempat yang penting di dalam rumah tangga. Kurang lebih makna doa yang dipanjatkan berbunyi "Tuhanku terimakasih atas apa yang kami terima saat ini, semoga kami bisa terus melakukannya seperti ini dan bahkan lebih baik."

Pada saat kita melakukan itu disertai dengan percikan air suci bersarana bunga, disaksikan oleh dupa wangi dan dilakukan dengan tulus hati, tanpa paksaan ataupun tekanan. Sebagai pembuktian bahwa ritual kecil ini sah dan tidak bermain-main.

Kenapa saya sebut sebagai local Inspection onsite apa yang kita lakukan saat tersebut?

Bayangkang bila tempat suci, pekarangan rumah yang kita miliki kotor atau tercemar, tentu kita harus membersihkannya dulu dari kotoran tersebut, sehingga kita dengan nyaman bisa menghaturkan doa terimakasih.

Bayangkan pula bila persediaan beras tidak ada, Air minum dan persedian air tidak ada atau rusak, begitu pula dengan kompor tempat memasak gasnya habis. Tentu kita tidak bisa memasak untuk keesokan harinya atau membuat kopi/teh untuk nanti. Sehingga pada saat kita melakukan local inspection kita bisa mengamati pula secara sepintas, sambil berdoa terima kasih atas sumber-sumber beras, air dan api yang mencukupi untuk keberlangsungan hidup.

Rutinitas itu pasti terjadi setiap hari untuk kalangan Hindu di Bali. Namun sesungguhnya saya sudah cukup berani membahasakan dengan bahasa yang sederhana. Untuk itu bagi yang bisa menilai ijinkan saya mohon maaf bila ada yang kurang berkenan.

Itu hanyalah hal kecil yang dilakukan umat Hindu di Bali. Ritual upacara lain yang lebih besar dan makin besar mengikuti pola-pola tersebut. Berterimakasih dahulu atas apa yang telah tersedia, kemudian meyakini dan merasakan akan kelimpahan yang diberikan, kemudian meminta melalui doa-doa.

Bali terkenal dengan sebutan Pulau Seribu Pura, dan ada pula dengan sebutan-sebutan lain seperti God of island, The Last Paradise, Paradise on the island dan sebutan lain yang diberikan oleh orang lain. Sebutan itu diberikan mungkin karena banyaknya perayaan-perayaan yang dilakukan seperti:

Perayaan otanan (ulang tahun untuk Manusia Bali) jatuh setiap 6 bulan sekali

Perayaan piodalan di pura-pura ada yang jatuh setiap 6 bulan sekali ada yang setahun sekali. Piodalan adalah hari jadi berdirinya pura tersebut.

Perayaan hari-hari khusus yang disebut sebagai Rerainan seperti bulan purnama (malam yang paling terang), tilem (malam yang paling gelap).

Perayaan hari khusus tumpek, perayaan terhadap hal hal yang berjasa kepada manusia, seperti tumbuh-tumbuhan, binatang dan unsur benda logam dll.

Perayaan perayaan hari suci, seperti Nyepi, Galungan, dan Kuningan.

Sangat banyaknya perayaan perayaan yang dilakukan yang tujuannya mengungkapkan terimakasih atas keberlimpahan yang ada. Hal tersebut terjadi terus menerus sehingga membentuk belief system. Sehingga bila tidak merayakannya seolah-olah ada yang kurang dan ada perasaan tidak nyaman. Bukankah seringnya kita merayakan keberlimpahan juga salah satu cara untuk LOA.

Didalam LOA, dikatakan Ikhlas melakukannya tanpa paksaan, Syukuri dengan selalu berterima kasih, Fokus pada keinginan supaya semua kebutuhan bisa terpenuhi. Kalau di Secret dikatakan ask, believe and receipt, Bukankah kita sudah receipt duluan kemudian kita believe dan kemudian baru kita ask.

Dalam tulisan ringkas ini, begitulah adanya, namun kalau kita mencoba masuk pada satu event saja misalnya otonan(perayaan ulang tahun Bali), akan bisa dibuat dalam kapasitas kecil, menengah dan besar.

Semua perayaan yang ada bisa dibuat dalam kapasitas kecil, menengah, dan besar. Disesuaikan dengan kemampuan dan kadar kejujuran pelakunya. Karena ada kala orang membuat sekala besar namun sebetulnya kapasitasnya kecil. Kenapa hal itu dilakukan? Hal ini mungkin disebabkan oleh keterbatasan pemahaman atau juga memiliki persepsi yang berbeda-beda. Hal ini jarang diperdebatkan tetapi dikembalikan kepada pelakunya masing-masing.

Target/goal LOA Hindu Bali, tidaklah muluk-muluk. Inti target Hindu Bali umumnya Seger, Sadia, Rahayu. Dalam bahasa luasnya:

Seger=Selalu sehat sehingga bisa bekerja dengan baik, bukankah kesehatan itu tak ternilai.

Sadia=Memiliki apa yang layak dimiliki.

Seperti bila saatnya harus punya handphone supaya punya, bila saatnya punya mobil supaya punya, bila saatnya punya pesawat terbang supaya punya. Karena kebanyakan berpikir belum saatnya punya pesawat terbang, maka wajar saja tidak punya. he.. he. he..

Rahayu=perasaan batin selalu dalam kondisi yang tenang dan nyaman.

Punya sesuatu pasti dipikirkan baik-baik, jangan sampai punya mobil mercy tapi tidak bisa memelihara dan bayar pajaknya, Kasihan sama yang punya sehingga bisa menjadi sakit karena memikirkan biaya perawatan mobilnya dan membuat batinnya tidak tenang. Yang menjadi poin adalah bukannya apa yang akan diminta namun apa yang boleh dipinta sehingga tetap tercipta keseimbangan antara batin, tubuh dan alam semesta.

Bukankah Seger, Sadia, Rahayu, ukurannya tiap orang berbeda-beda. Sesuai dengan standar ukuran masing-masing. Bila seorang pengusaha LOAnya berbeda dengan LOA pak tani. Kira-kira begitulah. Apakah Pak Tani boleh memiliki LOA seorang pengusaha? Boleh saja, asal siap menerima apa adanya.

Pandangan saya pribadi kita boleh meminta sesuai dengan kapasitas kita dan kemampuan kita untuk meningkatkan diri. Asalkan jangan serakah. Setiap permintaan memiliki pertanggung jawaban masing-masing.

Sepanjang berkutat dalam Nafsu, Akal dan Pikiran, kita cenderung akan berputar-putar dalam siklus kehidupan. Siklus kehidupan diterjemahkan dengan lahir, hidup dan mati. Bila kita mampu menembus dan menyelami layer yang lebih dalam, kita akan dikenalkan dengan Budi, Cipta dan Sang Jiwa. Muarannya ada pada Kesemestaan. Bahasa mudahnya seperti itu, namun dalam prakteknya sehari-hari kita akan diperkenalkan dengan berbagai pengalaman dengan cita rasanya masing-masing. Itu yang pernah saya dengar dari orang yang dituakan dalam persepsi Hindu Bali.

Bagi yang memiliki kemampuan LOA yang cespleng atau digjaya tak tertandingi, sakti, dll saya pula pernah diperdendangkan lagu judulnya Ede Ngaden Awak Bisa,

Terjemahan bebasnya berbunyi:

Jangan pernah diri merasa serba bisa

Biarkanlah orang lain yang memberikan nama.

Upaya kita sehari-hari bagaikan tukang sapu

Saban hari banyak kotoran yang ada

Bila ada kotoran akan ada kotoran lagi yang tampak.

Walaupun kita mampu membersihkan kotoran itu, masih banyak hal yang perlu dipelajari.

Pendapat saya pribadi, lagu tersebut cocok untuk kalangan tertentu, dan belum tentu cocok untuk beberapa orang, karena bisa menimbulkan apresiasi yang berbeda. Anggap saja sebuah hiburan.

Demikian dan atas kesediaan membaca dan termuatnya tulisan ini saya ucapkan terimakasih. Bila ada rangkaian kata-kata yang tidak nyaman dan menyinggung perasaan, mohon dimaklumi dan dimaafkan. Tidak ada terbersit untuk melakukan itu, tulisan ini sebagai sharing semata, karena saya sedang belajar, khususnya belajar LOA di milis ini. Semoga bisa diterima dengan baik adanya.

Wednesday, May 14, 2008

[Money Magnet] "KOQ, MILIS INI JADI SPIRITUAL BANGET SIHHH ...???"

Dear All,

Semoga hari-hari kita semua selalu diawali dengan kedamaian dan kebahagiaan, sehingga kita bisa memancarkan energi positip tersebut kesemua orang disekeliling kita (aduhh..., sorry banget jadi sentimentil begini), ini pasti efek dari "Meditasi Cinta Kasih" yang diajarkan oleh Pak Sjahsjam kemarin di acara temu kangen Alumni SC Jakarta yang diadakan di kantornya Ricardo. Wuaahhh, Rrrrrruaarrrr biaza, ne !!!, terima kasih .... terima kasih... Pak sjam atas ilmu yang dibagikan ke kita semua.... Feel good banget...., apalagi waktu nge"Grounding" semua emosi negatip kita, apakah itu Rasa benci, marah, dendam, ketakutan, kecemasan atau apapun itu ke Bumi yang netral ....., hhhmmm,.... legaaaaaa sekali rasanya ...... ploooongggg .... Geeetoooo loohhh.

Sebenarnya saya ingin sharing tentang acara temu kangen kemarin, tapi karena suatu hal, terpaksa topik ini harus diganti..... , Gini ceritanya ..... :
Pada acara temu kangen kemarin, saya sedikit terperangah atas informasi yang Rudi sampaikan bahwa ada anggota milis yang nanya ke dia "koq milis Money-Magnet sekarang jadi spiritual banget... ???, kalau gitu..., namanya diganti ajaa ... !!!.". Tadinya saya nggak begitu mikirin hal ini, karena saya yakin teman kita yang nanya itu pasti cuma becanda. Tapi, jam 03.30 tadi pagi, ketika saya relaksasi kemudian mempraktekan meditasi yang diajarkan Pak Sjahsjam, tiba-tiba ujung kaki sampai ke ujung rambut saya merinding (persis seperti pada saat Pak Rahman cerita yang"seyem-seyem" kemarin) dan ada bagian dari diri saya yang menyuruh untuk segera sharing masalah ini di milis. Karena kita tidak boleh menganalisa subcons kita... yaaa saya ikutin aja kemauannya.

Kini, saat saya didepan PC ini..., saya tercenung... .. "jangan-jangan, memang banyak rekan-rekan milis lain yang berpikiran sama bahwa milis ini benar-benar telah menjadi milis yang bernuansa "Spiritual" (mungkin karena isinya kebanyakan ngomongin soal ibadah atau kebaikan hati/budi pekerti, kali yaaa.. ???), sehingga dianggap tidak lagi menjadi milis yang akan menjadikan kita sebagai seorang Magnet uang (sesuai namanya) atau tidak lagi menjadi milis yang membantu kita meraih impian-impian kita di bidang materi maupun financial ???!!!. Kalau bener begitu, wuaduh, saya jadi nggak enak neehh, soalnya postingan saya banyak juga yang bernuansa seperti itu...(kalau nggak salah, lhoo....). Tapi.... ??? iyyaaa nggak sihhhh, milis ini sudah jadi milis Spiritual !!!???... Gimana menurut teman-teman semua ??? (please, sangat ditunggu komentarnya) .

Tapi, kalau boleh saya sharing tentang spiritualitas (tapi ini hanya pemahaman saya yang sangat sedikit lhooo, jadi mohon dikoreksi apabila saya ngawurrr). Menurut saya spiritualitas adalah kunci dari segala apa yang kita ingin capai dalam kehidupan ini, apakah itu kebahagiaan, kesejahteraan di semua bidang (materi/non- materi), maupun keberkelimpahan, baik di dunia ini ataupun di alam keabadian nanti. Kalau kita lihat di Mekanisme Money Magnet (yang gambarnya diberikan oleh Pak Adi pada saat SC), disitu dijelaskan dengan sangat gamblang bahwa diri kita membutuhkan hal-hal positip (seperti doa, Feel Good, Syukur, pasrah, tempat kedamaian, dll) untuk mengisi tangki energi kita. Namun kitapun harus menghindari hal-hal negatip yang bisa menyedot tangki energi tersebut (seperti iri hati, dengki, dendam, marah, Hopeless, rendah diri, dll), sehingga tangki energi kita tetap penuh dan menjadi magnet yang sangat kuat yang akan menarik semua yang baik di alam semesta ini kedalam hidup kita (seperti sudah dijelaskan juga oleh Pak Sjahsjam kemarin). Kemampuan untuk selalu melakukan hal-hal yang positip dan menghindari hal-hal yang negatip, menurut saya, itulah "Spiritualitas" . Filosofi "Law Of Attraction" (The Secret) pun pada akhirnya bermuara pada spiritualitas (ini menurut saya lhooo, sekali lagi sorry kalau salah).
"Spiritualitas" tidak identik dengan"Ritualitas" . Ritualitas hanyalah bagian kecil dari Spiritualitas, artinya walaupun seorang tampaknya begitu saleh dalam menjalankan "Ritualitas" /ibadah ritual (rajin sembahyang, hapal kitab suci, banyak berderma, bolak-balik pergi ke tempat suci dan lain sebagainya) belum tentu kualitas Spiritualnya bagus. Saya teramat sering melihat contoh seperti ini, yaaa ambil saja kejadian didepan mata kita akhir-akhir ini, bagaimana orang-orang yang harusnya menjadi panutan dan tampaknya saleh dalam menjalankan ibadah ritualnya (apakah dia pemimpin, tokoh masyarakat ataupun tokoh agama), malah melakukan hal-hal yang sangat negatip dan memalukan. Jadi ritualitas tidak identik dengan spiritualitas. Tapi apabila seseorang telah memiliki kualitas spiritual yang sempurna (dengan kata lain, memiliki kecerdasan spiritual), maka sudah pasti kualitas ibadah ritualnya akan sangat baik. Ibarat kata, kalau orang demam tinggi belum tentu dia kena penyakit Thypus, tapi kalau orang kena penyakit Thypus, sudah pasti akan demam tinggi
(waahhh, kagak nyambung, neehhh).

Oleh karena saya merasa kualitas spiritual saya masih jauh dari sempurna, maka saya selalu berupaya untuk selalu & selalu memperbaikinya (Ihsan, kalau orang jepang bilang "Kaizen" ne...!!!). Salah satu caranya adalah berusaha untuk selalu dalam kondisi "Feel Good" kapanpun & dimanapun, karena "Feel Good" adalah produk dari hati/emosi yang tertata dengan baik sementara langkah-langkah untuk menata hati (manajemen Qalbu) selalu berhubungan dengan spiritualitas. Dengan kata lain semakin terjaga/tertata hati/emosi kita, semakin meningkat juga kualitas spiritual kita. Kondisi "Feel Good" ini sangat saya rasakan ketika membaca email teman-teman yang penuh dengan kata-kata bijak, kalimat-kalimat indah yang penuh cinta kasih ataupun kisah-kisah hebat dari orang-orang yang memiliki kebaikan dan kebersihan hati. Setiap membaca postingan seperti ini saya merasa " Feeeellll goooooodd, banggettt... ". Oleh karena itu, dalam memposting apapun ke milis ini, saya selalu berupaya menyampaikannya dengan aura yang positip. Barangkali hal inilah yang terkesan menjadikan milis ini seperti pengajian atau perseketuan doa, barangkali lhooo.....

Wuahhh, udah panjang banget nihhh, tapi karena amanat subcons saya harus dituntasin, jadi saya terusin dikit lagi yaaa........ .
Selama ini setiap menyampaikan testimoni dari hasil saya ikut SC ataupun bergabung di milis ini, kebanyakan hanya hal-hal yang bersifat spiritual (seperti feel good, ketemu Sang Bijak, merasa damai dan bahagia banget ataupun keinginan untuk selalu meningkatkan kualitas ibadah, dll) hal ini bukan berarti saya meng"klaim" bahwa saya sudah berada di kualitas spiritual yang prima..., wuuaahhh masih jauhhhh tuuhh, cuma saya yakin banget (Haqqul Yaqin), bahwa peningkatan kualitas spiritual akan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas kehidupan (apapun itu, materi dan non-materi.. .., Insya Allah, PASTI !!!), bahkan kalau peningkatan kualitas spiritual adalah deret hitung, maka peningkatan kualitas hidup adalah deret kali (ehhh bener nggak tuh, logika matematikanya ???, pokoknya walaupun perubahan kualitas spiritualnya sedikit, tapi perubahan hidup yang kita alami pasti jauh lebih besar, geettooo maksudnya... .

Sebelumnya mohon maaf kalau saya terkesan pamer/Riya' (semoga Allah mengampuni saya), kalau pada akhirnya, saya menceritakan juga keberuntungan yang terus menghampiri kami, baik secara financial maupun non-financial sejak ikut SC X bulan Nopember 2007 lalu sampai hari ini, yang antara lain :

* Pertengahan Desember 2007, rumah saya yang sudah beberapa tahun ini kosong (karena belum ada yang cocok dengan harga kontraknya, sebab saya memang memasang harga yang cukup tinggi), tiba-tiba dikontrak orang, dengan harga yang saya inginkan bahkan untuk jangka waktu 3 tahun sekaligus (padahal sebelumnya untuk jangka waktu setahun aja susah banget ...!!!???).

* Pada Januari 2008, Visa anak sulung saya untuk studi di USA , yang sempat ditolak pada Bulan Oktober 2007 akhirnya keluar juga. Sekarang dia sedang belajar di Minnesota dan kelihatannya dia "Happy banget" tinggal disana bersama pamannya.
* Juga pada Januari 2008, saya beruntung bisa ikut Workshop TSOM nya Pak Adi W di Sheraton, saya mendapatkan sesuatu yang RRuuarrr biasa di workshop tersebut. (sekarang saya makin yakin, bahwa kita memang memerlukan energi positip untuk membuat tangki energi kita penuh, dan salah satu cara yang mudah adalah berkumpul dengan orang-orang yang memiliki energi positip yang sangat kuat, termasuk teman-teman milis ini. Sudah terbukti pada temu kangen alumni SC Jakarta kemarin, khaannn ...., energinya kuat banget, bo...)
* 14 s/d 16 Februari 2008, saya berbahagia sekali bisa Reseat di SC XI Via Renata sekaligus menemani istri tercinta yang juga saya "sesatkan ke jalan yang benar" he... he...he.... dan disini tangki energi saya menjadi makin penuh aja.
* 8-9 Maret 2008, hari-hari yang tak terlupakan dalam hidup kami berdua, karena kami bertemu dengan orang-orang hebat di acara "Gathering Nasional Alumni SC" di Surabaya (untuk menceritakan hal yang sangat indah ini, sharingnya aja sampai 3 episode, lhoooo ...).
* 18 Maret 2008, lagi-lagi , saya dan istri tercinta pergi bersama (umroh lagi), bahagia yang tak terkira..., apalagi ketika tanggal 20 Maret 2008 yang bertepatan dengan hari lahirnya Nabi Muhammad, kami berdua ada di rumah beliau, yaitu Mesjid Nabawi-Madinah. Indaahhh sekali.... Alhamdulillah.
* Di Bulan Maret 2008 ini juga, jumlah siswa klas I baru sekolah kami (SDIF Al Fikri-Depok) untuk tahun ajaran 2008/2009 nanti, sudah penuh (full booked). Padahal jumlahnya kita naikkan dari 72 siswa (24 siswa/kelas) di tahun 2007/2008 lalu menjadi 84 siswa (28 siswa/kelas) . Sementara tahun lalu kita hanya mendapat 62 siswa klas I baru. (padahal targetnya hanya 72 siswa). Fantastik ... bukan...???
* 17 April 2008, bertepatan dengan ulang tahunnya istri, sawah saya di kampung yang tinggal 1 bidang, laku terjual tanpa proses yang bertele-tele (tadinya saya punya 3 bidang sawah, yang 2 bidang sudah saya jual rugi setahun yang lalu, karena butuh uang). Sawah terakhir ini laku dengan harga cukup tinggi, sehingga keuntungannya bahkan bisa menutup kerugian 2 bidang sawah yang lalu ??? So... !!!, Rrruaarr biaza.
* 26 April 2008, kembali kami beruntung bisa ikut Roadshow TSOM nya Pak Adi W, semakin luberlah tangki energi kita berdua.
* 01 Mei 2008, berkumpul dengan orang-orang hebat di milis ini... Woouuuwww... , daHHsyaaat men....!!!. Teman-teman bisa baca laporan lengkapnya di postingannya "anak saya", Dwi. (sebentar lagi nimang cucu neeehhh,...he. .. he... he...).
* Insya Allah, mulai 03 Mei 2008 sampai sebulan penuh, saya amat sangat beruntung, bisa ikut kelas Quantum Hypnosisnya Pak Adi W.... , BAYANGIN.....!!!, jadi muridnya Pak Adi langsung, Wuaahh, kalau saya susah tuh ngebayanginnya, saking senengnya hati ini..... Alhamdulillah ....33 X.
* Dan yang paling dahhsyattt, adalah hari ini. Pada saat saya bersama teman-teman di kantor, membuat Analisa Penjualan kuartal I Tahun 2008 , ternyata hasilnya adalah sebagai berikut :

1. Omset Penjualan Kuartal I (Jan s/d April) 2008
naik 100 % dibanding periode yang sama Th 2007
2. Gross Profit Kuartal I 2008, naik 100 % dibanding
periode yang sama di Tahun 2007
3. Nett Profit Kuartal I 2008, naik tak terhingga
dibanding periode yang sama di Tahun 2007,
karena pada Jan s/d April 2007, saya bukannya
untung, tapi malah Rugi ...!!!.
(Memang,Tahun 2006 & 2007, adalah masa-masa
yang sangat berat buat bisnis maupun kehidupan
keluarga saya).
Jadi apabila, katakanlah saya untung Rp. 1
juta saja di kuartal I Tahun 2007 itu, maka
kenaikan nett Profit kuartal I tahun 2008
dibandingkan periode yang sama di tahun 2007,
adalah hampir 200 kalinya. Rrruarrrr biasa, saya
tak henti-hentinya mensyukuri karunia ini.

Sekali lagi, tidak ada niat saya untuk pamer atau sombong dengan menceritakan ini semua. Insya Allah , saya hanya ingin berbagi dengan Bapak/Ibu sekalian, tetaplah yakin dengan apa yang sudah didapatkan selama di SC (Effeknya telah bekerja pada semua orang, tanpa terkecuali, tinggal kita mau yakin atau tidak... That's it...!!! ). Teruslah isi tangki energi kita dengan selalu melakukan hal yang positip dan menghindari hal negatip dalam hidup ini (waduuhhh khotbah neehhh, maaf... maaf...maaf. ..). Salah satunya adalah dengan tetap aktif di milis yang "paling oke sejagad" ini ataupun berinteraksi dengan orang-orangnya langsung, sehingga kita selalu mendapat energi yang begitu kuat namun nyaman banget. Kita semua bisa jadi "Presiden Direktur PT. Alam Semesta" milik Tuhan, tapi kita jualah yang memutuskan apabila ternyata kita hanya memilih ingin menjadi "Office Boy" Nya saja.

Akhirul kata, sekali lagi saya mohon maaf, karena postingan ini panjang banget, tetapi karena ini adalah amanah subcons saya (harus tuntas, tidak boleh ditunda-tunda) , yaa... apa boleh buat, harus dituntaskan. ... he...he...he. ..
Semoga ada manfaatnya.. . Aminnn.
Salam bahagia selalu... dan damai senantiasa.

Salam berkelimpahan,

Johan

"Saya adalah Presiden direktur PT. Alam Semesta, apapun hal baik yang saya inginkan di kehidupan ini, baik materi maupun non-materi, semua telah disediakan oleh Sang Pemilik Perusahaan ini." Aminnn.....

Sunday, May 4, 2008

LoA dan Time Line Therapy

Dear Saudaraku dan Saudariku Sekalian.... ....

Saya mau sharing sebuah pengalaman menarik waktu mengikuti sertifikasi
Time Line Therapy™ dengan mentor Miss Issa Kumalasari. Di satu sessi di hari ke dua, kami di ajarkan bagaimana melakukan goal setting dengan teknik
Time Line Therapy™ dan menanamkannya di time line kita. Nah waktu itu saya mencanangkan sebuah Goal yaitu mendapatkan order training motivasi senilai 15 juta rupiah dari sebuah group perusahaan. Semua teman teman sekelas yang berjumlah 8 orang juga melakukan goal setting. Nah hebatnya, goal tersebut harus di tanam di time line kami untuk terealisasi pada pukul 13.00 WIB hari berikutnya.

Keesokan harinya saat makan siang dan jam sudah mendekati pukul 13.00 WIB, maka mbak Issa mengingatkan tentang goal yang sudah kami tanam di time line kami masing masing. Semua peserta training sertifikasi Time Line Therapy™ Practitioner berdebar debar menanti apa yang akan terjadi pada pukul 13.00 WIB tersebut.
Dong...! Pukul 13.00 WIB pun tiba.... saya menunggu HP saya berbunyi, demikian pula semua rekan rekan di situ termasuk Miss Issa sendiri. Lho... nothing happened.... tiba tiba mas Bambang , salah seorang peserta senyum senyum baca SMS di Hp-nya..... A..HA! Rupanya goalnya terwujud, ada orderan masuk senilai tertentu.... Ketika saya tanya , ternyata goal yang ia setting adalah buku rekening banknya terisi 50 juta rupiah. Tapi dengan goal yang terwujud tersebut baru terkumpul 38 juta rupiah, masih kurang 12 juta rupiah. Hmm..... yah lumayan dah nambah sekian puluh juta. HP saya sendiri kok belum berbunyi. Ketika setting goal saya memvisualiasikan terlibat pembicaraan telepon dengan pemilik group perusahaan tersebut, namun saya ingat bahwa saya tidak memvisualisasikan last stepnya "Siapa Menelepon Siapa - atau - Siapa Di Telepon Siapa" , segera saya raih HP di meja dan saya lakukan panggilan ke nomor pemilik Group Perusahaan tersebut. Lalu kami terlibat
pembicaraan. Saya tanyakan bagaimana tanggapan terhadap proposal yang sudah saya kirimkan. Nah si pemilik usaha mengatakan," Ya sudah kupelajari dan kubicarakan dengan HRD, namun saat ini mereka masih ada ikatan kontrak dengan vendor lain. Masanya masih sekitar 2 bulan. Nanti setelah selesai kontrak dengan vendor yang sekarang ini, saya akan pakai perusahaanmu sebagai training provider di perusahaanku. Saya lihat program - program yang kamu tawarkan lebih memenuhi kebutuhan di sini dan sajiannya terlihat lebih profesional dibanding vendor vendor sebelumnya. Saya tertarik dengan Seminar Motivasi mu yang berjudul "Impossible Is Nothing!!", yang ini pasti saya ambil. Untuk biayanya, saya rasa ngga ada masalah. Lalu saya jawab, Okay ......... (nama ngga saya sebutkan dengan alasan kode etik), thank alot yah, I'll do my best to develop your people. Di ujung telepon terdengar," Ya sama sama Ton, nanti Pak ...... (nama HRD Managernya) ku suruh hubungi kamu
begitu kontrak dengan vendor yang sekarang selesai.

Lalu saya lirik Pak Bambang yang di sebelah saya, eh rupanya dia sedang tersenyum senyum lagi........ . rupanya ada 2 orderan lagi masuk sehingga genaplah 50 juta masuk di rekeningnya.

Di seberang meja, Pak Kristian juga senyum senyum karena Goalnya juga terealisasi, Mbak Issa sedang terima telepon dari Bank dan ternyata pengajuan kreditnya untuk membeli sebuah apartemen lagi di setujui, pak Daniel juga mendapatkan Goalnya, demikian pula yang lain. Walaupun ada yang belum dapat goalnya, namun 80% peserta terealisasi goal yang di tanamnya di Time Line masing masing. Sedangkan teman - teman yang belum terealisasi goalnya ternyata setelah di evaluasi bareng bareng, mereka salah memasukkan last stepnya.
Sampai jumpa di Kopdar Lingkar Loa JOGLOSEMAR pada tanggal 10 Mei 2008 di Hotel Santika Semarang.

Salam Sukses dan Berkelimpahan

Michael Antony Ugiono

Tuesday, April 22, 2008

MENGGEDOR KETERBATASAN DENGAN IMAJINASI YANG CERDAS

"Tetapkan mimpi Anda dan imajinasikan ke dalam otak Anda, maka otak Anda akan menyimpan perintah itu berupa energi yang akan mewujudkan mimpi Anda."
~ Eni Kusuma


Tahukah Anda bahwa otak kita dalam aktivitasnya adalah berupa sinyal-sinyal listrik yang akan menghasilkan gelombang energi dalam berbagai skalanya?

Analoginya sebagai berikut:
Ketika kita melihat wanita cantik dan seksi, maka bayangan wanita cantik dan seksi itu akan tetangkap oleh sel-sel retina mata kita, dan kemudian diubah menjadi sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke otak kita. Sinyal-sinyal dari kiriman retina mata akan mengaktifkan sel-sel yang bertanggung jawab terhadap proses penglihatan tersebut. Maka kita bisa melihat wanita cantik dan seksi tersebut.

Jika Anda menginginkan untuk berkenalan dengan wanita tersebut dalam proses berpikir di otak. Maka pada saat proses berpikir itu, otak menghasilkan sinyal-sinyal listrik yang berpendar-pendar. Di sana bakal dihasilkan gelombang dengan energi tertentu. Otak adalah generator sinyal-sinyal listrik yang saling terangkai menjadi kode-kode keputusan.

Sinyal-sinyal listrik itu merambat ke seluruh tubuh, lewat komando otak, menghasilkan gerakan-gerakan, mimik, tingkah laku, atau tindakan sesuai keputusan atau perintah dari otak. Dan proses ini—dari melihat wanita tersebut sampai membuat keputusan untuk berkenalan—berlangsung hanya dalam beberapa detik saja. Luar biasa, semua terkomando dan terjadi atas "kehendak" kita saja.

Dari ilustrasi di atas saya hendak menyampaikan tentang kekuatan akan "sebuah kehendak". Jika kita "menghendaki" suatu keinginan atau suatu mimpi berarti kita sudah menanamkan "perintah" di dalam otak kita . Otak kita akan menyimpan perintah tersebut. Dan secara tidak sadar otak kita akan menanamkannya dalam pikiran bawah sadar kita. Maka hendaknya perintah tersebut harus spesifik dan jelas agar pikiran bawah sadar kita memiliki program yang jelas. Kenapa pikiran bawah sadar kita dikendalikan oleh otak? Karena otak adalah pusat dari segala aktivitas pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kita.

Otak akan tetap bekerja meskipun kita tidak sedang dalam keadaan sadar. Ini berarti dalam keadaan tidur pun otak kita masih bekerja. Buktinya otak masih mengirimkan sinyal-sinyal untuk mengatur denyut jantung, pernafasan, suhu tubuh, hormon-hormon pertumbuhan, dan sebagainya.

"Dalam keadaan tidak berada dalam kesadaran, otak tetap memancarkan sinyal-sinyal listrik alias tetap bekerja sehingga program-program yang kita informasikan pada otak, secara otomatis otak akan menanamkannya dalam pikiran bawah sadar kita."

Oleh karena itu kita hendaknya menginformasikan perintah atau program kepada otak kita dengan jelas dan spesifik. Kenapa? Karena jika otak menerima perintah yang kurang jelas atau kita menginformasikan kehendak kita secara buram, maka otak tidak bisa menginformasikan pada pikiran bawah sadar kita secara jelas dan spesifik. Sehingga hasilnya tidak maksimal atau tidak menggiring kita ke arah sukses. Padahal yang menentukan kesuksesan kita adalah karena adanya program-program dan keyakinan-keyakinan yang ada di pikiran bawah sadar kita.
Contoh gampangnya begini, jika kita ingin menjadi kaya tetapi tidak diimajinasikan secara detail kaya yang bagaimana? Maka otak akan kesulitan untuk menterjemahkan makna dari perintah tersebut. Otak akan berkata: "Wah, yang ngasih perintah ini, goblok! Ingin kaya tetapi detailnya tidak ada.” Maka otak akan kesulitan mengirim informasi ke pikiran bawah sadar kita.

Lain halnya jika perintah itu benar-benar jelas dan spesifik misalnya pada kasus saya. Saya memerintahkan pada otak saya jika saya ingin menulis buku ke dua. Saya juga menjelaskan dengan sangat gamblang pada otak saya tentang tema atau topik pada proses pembuatan buku saya nanti. Saya juga menjelaskan: apa. bagaimana, umtuk apa, kapan, di mana, dalam waktu berapa lama proses buku saya tersebut. Bahkan saya juga menjelaskan secara detail buku-buku apa saja yang harus saya baca untuk menambah wawasan saya, siapa saja yang harus saya hubungi, dan siapa saja yang bisa membantu saya dalam mewujudkan impian saya.

Program ini saya informasikan ke otak yang secara otomatis terprogram juga dalam pikiran bawah sadar saya. Karena otak yang mengendalikan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kita. Ketika dalam proses berpikir, otak yang berupa sinyal-sinyal listrik mengirim kepada pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kita, untuk selanjutnya diubah menjadi kode-kode makna. Ada orang berpendapat bahwa di sinilah letak jiwa kita. Ya, jiwa kita adalah kode-kode makna tersebut. Berarti pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kita adalah jiwa kita.

Otak yang berupa sinyal-sinyal listrik berfungsi juga seperti antena yang menginformasikan ke seluruh alam semesta apa yang kita mau (apa yang sudah terprogram). So, jangan dibilang suatu "kebetulan" jika saya berhadapan dengan kejadian-kejadian yang "kebetulan" yang mengarah ke cita-cita saya tersebut. Karena alam semesta sebenarnya sudah diprogram dari Sang Pencipta untuk mendukung kesuksesan kita.

Jadi rugi dong jika kita memprogramkan sesuatu yang buram ke otak kita. Otak tidak bekerja secara maksimal dan tidak fokus. Karena kefokusan tergantung dari kejelasan suatu informasi. Jika sudah begini, siapa yang rugi?

Ketika buku pertama saya Anda Luar Biasa!!! (Fivestar, 2007) akan diterbitkan, saya ingat apa yang saya tulis dalam buku kecil saya beberapa tahun yang lalu. Ini yang saya tulis: "Maybe One Day I Will be Famous". Untuk memberi gambaran yang lebih spesifik kepada otak saya, saya bertanya pada diri sendiri tentang passion saya. Apa yang membuat saya bergairah dalam mengerjakannya sehingga saya merasa senang tanpa beban? Ternyata saya suka menulis. Inilah passion saya.

Maka saya sampaikan ke otak bahwa saya ingin menjadi seorang penulis. Saya menulis "skenario" tentang cita-cita saya tersebut. Saya menulisnya dalam bentuk cerita. Dan jadilah sebuah naskah novel. Cerita dalam naskah novel tersebut berisi tentang impian saya yang seorang pembantu rumah tangga menjadi seorang penulis terkenal. Cerita dalam naskah novel tersebut sangat spesifik dan sangat detail, sehingga tanpa saya sadari program yang sangat detail tersebut terpatri dalam pikiran bawah sadar saya. Keyakinan "bisa menjadi seorang penulis" demikian mengkristal dalam jiwa saya. Gelombang energi dari sinyal-sinyal listrik pada otak saya menyebar ke seluruh tubuh untuk mendukung cita-cita saya.
Semua kegiatan saya mengarah ke cita-cita saya tersebut. Ada energi yang luar biasa yang dapat menembus segala keterbatasan yang saya miliki. Dari proses berpikir, memahami, dan menganalisis makna yang saya dapatkan dari proses pembelajaran saya sampai saling bekerjasamanya seluruh anggota tubuh saya dalam mewujudkan keinginan saya tersebut, semua berpusat pada otak.

Seperti yang sudah saya uraikan di depan bahwa otak juga seperti antena yang berhubungan, menginformasikannya kepada alam semesta yang mana alam semesta sudah terprogram untuk mendukung kesuksesan kita. Maka jangan dianggap suatu kebetulan jika alam semesta mendukung saya dalam mewujudkan cita-cita saya tersebut.

Seperti begini: kebetulan ada teman saya yang mengajari saya email dan memperkenalkan milis-milis kepada saya. Kebetulan saya dikirimi buku Resep Cespleng Menulis Buku Best Seller oleh seorang senior di milis. Kebetulan buku yang dikirim itu bukunya Edy Zaqeus yang nantinya menjadi mentor saya. Kebetulan artikel saya dimuat di situs Pembelajar.com sampai dibukukannya tulisan-tulisan saya. Serta serba kebetulan-kebetulan yang lain yang mendukung keinginan saya tersebut.

"Dan bukan suatu kebetulan jika impian-impian Anda menjadi kenyataan."

Jadi, tentukan impian Anda, tulis dan imajinasikan ke dalam otak Anda secara detail dan jelas. Maka otak akan bekerja, gelombang energinya akan:

1. Menanamkan ke pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kita.

2. Menggerakkan kinerja tubuh sesuai perintah di otak.

3. Menginformasikan ke alam semesta yang sudah diprogram oleh Sang Pencipta untuk mendukung kesuksesan kita.

Tanamlah mimpi Anda mulai sekarang, tumbuh dan berkembanglah serta nikmati prosesnya! Semua terjadi hanya dengan "kehendak" Anda saja. Dan proses dari "ayam menjadi elang" bukan suatu yang luar biasa bagi kita. Bagaimana menurut Anda?[ek]

* Eni Kusuma

Friday, April 4, 2008

[lingkarLOA] NLP Talks Pertama mengantarkanku Umroh!

Wah saya sudah agak lupa kapan tepatnya, sebentar ya saya coba lihat inbox folder nlp. Setelah saya scroll tepatnya 28-29 Juli 2007. Kisah ini memang masih terpendam dibenak saya, saat ULTAH sekarang inilah kenangan indah saya bersama idnlpsociety@ yahoogroups. com saya ceritakan.

Hari pertama Mas Teddy memberikan materi NLP Adventures-nya, dan hari ke dua ada praktek untuk ANCHOR, waktu itu peserta diminta untuk memvisualisasikan keinginannya saat itu.

Berikut proses dari ANCHORING waktu itu:
Peserta diminta untuk berpasangan satu sama lain saling bantu untuk melakukan prosesnya. Pertama saya diminta untuk rileks, santai, memejamkan mata adalah yang saya pilih untuk memvisualisasikan lebih mudah dan tidak terganggu dengan lingkungan sekitar.
Saya diminta untuk mengikuti tarikan nafas dan merasakan kebahagiaan, kedamaian dan rasa yang terus makin nyaman, setelah itu saya diminta untuk memunculkan keingininan- keinginan yang saat ini dimiliki dan ingin segera direalisasikan.
Ada banyak keinginan yang ada dalam benak dan pikiran saya wuih bingung juga nih, untung partner saya meminta untuk menimbang mana keinginan yang "paling" ingin segera diwujudkan.

Setelah menimbang dengan timbangan "desire" maka saat itu dalam hati dan pikiran saya fokus ingin segera menunaikan ibadah umroh, terbiasa set up goal dengan cara SMART, maka saya berketetapan untuk memilih bulan Maret 2008!
Saya berikan kode berupa anggukan kepala saat saya sudah menemukannya.

Nah selanjutnya adalah proses dimana saya merasakan "sensasi" yang luar biasa pada saat itu...... wuuiiiiih... .
Saya diminta untuk membayangkan bahwa keinginan saya akan terwujud dalam 3 bulan kedepan, WAH! Kaget pertama saya muncul, tadi dengan hitungan ala SMART saja baru bulan Maret 2008, lha koq 3 bulan ke depan. Sudah mulai merasa deg-degan (baca: berdebar-debar) jatung ini.

Saya diminta merasakan betapa senangnya kalau 3 bulan mendatang keinginan saya tercapai, saya jadi berangkat umroh. Hmmm, pada saat rasa senang sudah mulai muncul, dikejutkan lagi dengan nah ternyata waktu berjalan demikian cepat dan sekarang kurang dari 1 bulan lagi terkabul keinginan tersebut. Ini adalah kaget saya yang ke 2, kontan saya merasa harus segera mempersiapkan apa saja yang mesti saya bawa, seperti pakaian ikhram hingga sandal jepit. Dalam hati saya...... wah saya harus mulai berbenah diri nih, mau berkunjung ke Baitullah.

Karena saya sibuk memvisualisasikan persiapan yang saya lakukan saya tidak mengira akan dibawa kemana urutan selanjutnya, maka muncullah kaget saya yang ke 3, tiba-tiba tinggal seminggu lagi keinginan itu menjadi kenyataan, WUIH makin panas dingin nih rasanya badan saya. Yang terpikir waktu itu adalah isteri dan anak saya yang akan saya tinggalkan untuk sementara waktu, wah saya harus berdoa nih supaya keluarga saya selalu dibimbing Allah SWT.
Tidak seperti biasa semisal saya ada tugas kantor yang juga harus meninggalkan keluarga dalam waktu yang cukup lama, kali ini rasanya berbeda.

Ternyata karena saya sibuk dengan apa yang saya rasakan, lihat dan dengar pada visualisasi saat itu, tiba-tiba saya diajak untuk menghitung mundur dimana dimulai dari H-7 tadi hingga hari H tercapainya tujuan saya.
Nah disinilah sensasi luar biasa itu saya rasanya dimana pada saat PEAK saya menancapkan ANCHOR!
Yang saya bayangkan saat itu di mana saya mulai mengemas koper, siap mau berangkat ke bandara diantar oleh anak-anak tercinta beserta isteri saya. Hingga naik pesawat, dan rasa yang makin luar biasa hingga menitikkan air mata adalah saat take off .......... dan seterusnya hingga mendarat dan di depan saya tampak KA'BAH tengah menyambut kedatangan saya.
Setelah selesai saya buka mata saya dan air mata itu makin berlinang.

Nah, dari praktek ANCHORING ini saya sudah me LOA kan untuk umroh, ternyata SUBHANALLAH, WALHAMDULILLAH, ALLAHUAKBAR, September 2007 yang lalu Allah memberikan hadiah ulang tahun dibulan puasa yang suci untuk memenuhi panggilannya ber "haji kecil".
Luar biasa! Hitungan SMART Maret 2008, saat berlatih Anchor tiga bulan lagi setelah Juli setidaknya Oktober 2007, Allah berkehendak mengabulkan sebelum 3 bulan. Alhamdulillah.

Itulah yang bisa saya share di milis ini kesaksian saya bahwa LOA bekerja! Insyaallah 2010 saya bersama isteri saya bismillah hendak memenuhi panggilanmu ya Allah. Labaik Allahuma labaik.

Terlalu panjang bila saya ceritakan juga bahwa sebenarnya pada bulan September tersebut tabungan saya belum cukup tapi Allah bila berhendak memang tinggal kun fayakun. Belum lagi cobaan yang malah menjadi lebih enak dan mudah yang saya dapatkan selama umroh.

Special thanks to Mas Teddy atas ilmunya yang diajarkan saat itu, semoga Allah senantiasa membalas ketulusanmu "memberi ilmu".
Special thanks juga buat Zelda, partner berlatih saat parktek ANCHORING yang dengan luar biasa membuat saya menangis bahagia setelah selesai proses pembelajaran, kini keinginan itu sudah jadi kenyataan.

Halo apakabar teman-teman NLP Talks Pertama: The NLP Adventures.

Regards,
luthfi-w
selalu bersyukur atas nikmatMu ya Allah.