Sunday, May 27, 2007

Ini Dia, Rahasia Orang yang SELALU Beruntung

Sunday, May 27, 2007
Sebenarnya hari Minggu gini saya harusnya nggak nge-blog. Tapi, saya nggak punya aturan baku kapan waktunya ngeblog. Pokoknya kalau lagi pengen, ya nulis aja.

Alasannya? Saya akan jawab dengan kutipan dari salah seorang penulis favorit saya:
"My aim is to put down on paper what I see and what I feel in the best and simplest way" - Ernest Hemmingway, (1899 - 1961).

Kali ini saya mau sharing cerita mengenai pelatihan The Luck Factor yang disarikan buku karya Richard Wiseman kemarin di Gedung JDC. Pelatihan ini merupakan sebuah kolaborasi yang cantik antara 2 member TDA, Pak Hasan (founder TDA, penanggung jawab TDA Management) dan Pak Yusef J. Hilmi (seorang trainer, penanggung jawab TDA Book Club).

Kita sering melihat ada orang yang dalam kehidupannya kok selalu beruntung ya?

Misalnya si A. Dia kaya, punya rumah dan mobil mewah, punya keluarga yang bahagia, sehat, gemar memberi, rajin ibadah, banyak teman. Pokoknya bikin iri deh...

Di sisi lain ada si B yang hidupnya selalu sial. Dipecat dari pekerjaan, punya istri yang bawel, anak-anaknya membangkang, tidak disukai teman-teman. Pokoknya kebalikan dari si A.

Nah, hal ini menarik perhatian Richard Wiseman. Kemudian dia pun melakukan penelitian terhadap ribuan orang yang kemudian dituangkannya dalam buku The Luck Factor (sayang, terjemahannya sulit dicari di Indonesia).

Hasil penelitiannya itu menemukan bahwa ternyata ada kesamaan di antara orang-orang yang beruntung atau sial itu.

Akhirnya dia merumuskan bahwa keberuntungan itu bisa diprediksi, bisa diperoleh secara sistimatis saintifik. Mirip dengan The Science of Getting Rich-nya Wallace D. Wattles.

Kalau kita ikuti prinsip-prinsipnya, insya Allah kita pun akan menjadi orang yang beruntung. Dengan menerapkannya, peluang untuk beruntung pun menjadi semakin besar dan semakin mudah dicapai.

Masuk akal? Hmmm... isn't that interesting?...

Berikut ini adalah prinsip-prinsip orang yang beruntung itu:

Pertama: Maksimalkan peluang kebetulan. Orang-orang yang beruntung menciptakan, menyadari, dan bertindak sesuai peluang kebetulan dalam hidup mereka.

* Mereka membangun dan mempertahankan jaringan keberuntungan yang kuat. Mereka bertemu sejumlah orang, mereka menjadi magnet sosial, mereka terus berhubungan dengan banyak orang.

Semakin banyak orang yang kita temui, semakin besar peluang positif bagi hidup kita, termasuk keberuntungan itu sendiri.

Statistik mengatakan seorang itu rata-rata punya 250 orang kenalan. Kalau saya punya 10 orang kenalan, berarti 10 x 250 = 2.500. Ada 2.500 orang dalam jaringan keberuntungan saya.

Sekarang di TDA ada 1.000 member berarti ada 250.000 dalam jaringan keberuntungan saya.

Kalau saya punya masalah atau kebutuhan tertentu belum tentu bisa dibantu oleh si A. Tapi mungkin saja bisa dibantu oleh jaringannya yang 250 itu. Begitu seterusnya.

Orang yang beruntung cenderung ekstrovert. Gemar bersilaturahmi.

Sebelum pelatihan dimulai saya bertemu dengan seorang yang baru pertama kali saya temui. Tapi kami langsung bercerita dengan akrab.

"Pak Roni lebih muda dari yang saya bayangkan", katanya.

Ternyata dia adalah Pak Ikhwan Sopa, seorang trainer, speaker dan blogger aktif. Selama ini kami hanya kontak via milis.

Sepulang dari training saya mengantarkan adik ipar ke Kemang untuk membeli kamera. Sambil menunggu, saya tertarik dengan pembicaraan seorang pembeli dengan pemilik toko.

Ternyata si pembeli adalah seorang biker, penggemar sepeda gunung. Dia punya bisnis menyewakan dan menemani orang yang ingin menjajal sepeda gunung di Bandung.

Aha! Saya suka bersepeda. Langsung saya berkenalan dengannya, tukar nomor handphone, dan berjanji untuk ketemu di Bandung awal Juni nanti (saya berencana datang untuk menghadiri nonton bareng The Secret dengan TDA Bandung sambil bisnis juga).

* Orang-orang beruntung memiliki sikap rileks terhadap kehidupan
* Orang-orang beruntung bersikap terbuka terhadap pengalaman baru dalam hidup mereka

Prinsip kedua: Mendengarkan firasat keberuntungan anda.

Prinsip ketiga: Harapkan nasib baik.

Prinsip keempat: Ubah kesialan menjadi keberuntungan.

Terakhir adalah bersyukur. Orang beruntung selalu mensyukuri hidupnya.

Syukuri segala yang telah dimiliki selama ini.

Syukuri segala hal yang telah dilakukan selama ini.

Syukuri segala hal yang telah dicapai selama ini.

Syukuri keberadaan keluarga anda saat ini.

Syukuri kesehatan anda saat ini.

Syukuri hidup anda...

Maka, anda akan beruntung, seumur hidup anda.

Mau tahu lebih lengkap? Silakan cari aja bukunya atau ikuti pelatihannya.

Salam FUUUNtastic!

Roni

1 comments:

Unknown said...

nice blog, i like to read it